1 ANALISIS KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL REVERED BACK KARYA INGGRID SONYA Utin Amanda Chandrika Falah, Sesilia Seli, Nanang Heryana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untan Pontianak Email: utinamandacf@student.untan.ac.id Abstract This research describes internal conflicts and eksternal conflicts in Inggrid Sonya’s Revered Back novel which is then used as teching material in the preparation of learning plans using the Revered Back novel teks. This research uses a descriptive method with qualitative research form. This study uses a literary psychology approach. The data source in this research is the novel Revered Back by Inggrid Sonya and the research data is in the form of internal conflict and external conflict in the form of words, phrases or sentences contained in the novel. Using documentary study data collection techniques and data cards as data collection tools. The technique of testing the validity of the data was carried out by observing persistence, triangulation, and referential adequacy. The first research results: internal conflicts of the main character, namely events that can cause feelings of sadness, hatred, depression, confusion, disappointment, hurt, and regret. Second: external conflict of the main character, namely conflict that occurs because of physical clashes between characters and arguments. Third: The Learning Implementation Plan (RPP) has been successfully prepared to teach basic competence 3.9 and basic competence 4.9 in class XII SMA, using the novel Revered Back by Inggrid Sonya. Keywords: Analysis, Conflict, Main Character Conflict, Novel PENDAHULUAN Novel merupakan suatu karangan berbentuk prosa yang memiliki alur cerita yang cukup panjang. Novel berisi rangkaian cerita dari kehidupan seorang tokoh (tokoh utama) dan tokoh-tokoh yang ada di sekitarnya (tokoh pendukung) dengan menonjolkan watak dan sifat masing-masing tokoh yang berperan dalam cerita. Novel juga biasa diartikan sebagai karangan prosa tertulis dan bersifat naratif. Sesuai dengan pendapat Sadikin (2011, p.42), yang menyatakan bahwa novel merupakan karangan cerita yang lebih panjang (minimal 40.000 kata) dan tentunya lebih kompleks daripada cerpen, novel juga tidak dibatasi oleh batasan struktural dan metrik seperti pada drama atau puisi. Pada umumnya karya sastra seperti novel ini menceritakan tentang manusia dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Cerita dalam novel fokus pada sisi-sisi yang tidak wajar dari narasi yang disinggung. Kosasih (2014, p.60), juga berpendapat bahwa karya sastra seperti novel memiliki alur cerita yang bersifat imajinatif, ceritanya memuat seluruh sisi dari suatu masalah dalam kehidupan tokoh utama atau beberapa orang yang berperan membantu tokoh utama. Pendapat selanjutnya disampaikan oleh Jassin (dalam Zulfahnur: 1996, p.67), Jassin berpendapat bahwa novel adalah suatu bentuk karya yang menceritakan suatu peristiwa luar biasa dari tokoh cerita, dimana peristiwa tersebut menimbulkan pergolakan batin yang mengubah arah. tentang nasib sang tokoh. Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa novel adalah sebuah karya sastra berbentuk prosa dan narasi yang memiliki panjang minimal 40.000 kata dan menceritakan tentang kehidupan seorang tokoh utama dan permasalahan yang dialami oleh tokoh utama tersebut dengan beberapa tokoh-tokoh yang menjadi pemeran pembantu dalam cerita, maka dalam diri tokoh utama ada pergolakan problematik yang dapat