TEKNOKES, Vol. 12, No. 1, Maret 2019, pp:33-38 DOI: 10.35882/teknokes.v12i1.6 ISSN:2407-8964 Jurnal Teknokes, Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES SURABAYA dan IKATEM 33 Infant Incubator Berbasis Proportional Integral dan Derivative (PID) Dilengkapi Dengan Mode Kanguru (Kontrol PID Suhu Ruang & Suhu Skin) Anggraeni Dara Pratiwi # , Endro Yulianto, Abd Kholiq Jurusan Teknik Elektromedik, Poltekkes Kemenkes Surabaya Jl. Pucang Jajar Timur No. 10, Surabaya, 60245, Indonesia # rara12396@gmail.com, endro_yulianto@yahoo.com, kawulloh@gmail.com, Abstract—Infant Incubator merupakan salah satu peralatan elektromedik yang digunakan untuk memberikan perawataan kepada bayi baru lahir berat rendah dengan cara memberikan suhu ruang yang stabil dan pemantauan suhu tubuh bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem kontrol suhu ruang Infant Incubator sehingga didapatkan hasil suhu yang stabil. Penelitian dan pembuatan alat menggunakan sensor thermistor untuk suhu kulit bayi dan sensor LM35 untuk suhu ruang Infant Incubator dengan sistem kontrol PID yang dilakukan dengan metode trial and error sampai mendapatkan respon suhu yang optimal pada konstanta proportional (Kp) sebesar 57, konstanta integrator (Ki) sebesar 8 dan konstanta differential (Kd) sebesar 3.2. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan dengan INCU Analyzer didapatkan rata – rata error terbesar pada pengaturan suhu 35 0 C sebesar 0.689% dan rata – rata error terkecil pada pengaturan suhu 37 0 C sebesar 0.139%. Pada pengukuran suhu skin terdapat rata – rata pengukuran sebesar 35 0 C dengan error sebesar 0.12% terhadap alat pembandingnya. Infant Incubator memiliki kestabilan suhu yang optimal dan pemantauan suhu tubuh bayi yang bermanfaat agar bayi tidak mengalami hipotermi maupun hipertermi. Keywords—Infant Incubator; Suhu Ruang; Suhu Kulit; Kontrol PID I. PENDAHULUAN Infant Incubator adalah peralatan elektromedik yang digunakan untuk memberikan perawatan dan perlindungan bayi baru lahir berat rendah atau sering disebut bayi premature. Menurut WHO, bayi premature adalah bayi lahir hidup sebelum usia kehamilan minggu ke 37[1]. The America Academy of Pediatric, mengambil batasan bahwa bayi dikatakan lahir premature apabila lahir pada usia kehamilan 37[1]. Sedangkan Manuaba,2008 menyebutkan bayi premature adalah bayi yang lahir dibawah dari 37 minggu usia kehamilan atau berat bayi kurang dari 2500 gram sehingga membutuhkan perawatan intensive pada ruang neonatus[1]. Djoko Soeprijanto, 2013 menyebutkan bahwa bayi lahir premature membutuhkan perawatan dalam Infant Incubator untuk mendapatkan kehangatan dan kelembaban seperti saat dalam rahim ibu, sehingga ruang Infant Incubator membutuhkan suhu dan kelembaban yang stabil untuk mencegah terjadinya hipotermi maupun hipertermi[2]. Pengaturan suhu dalam ruang Infant Incubator disesuaikan dengan berat badan dan umur bayi premature yang terdapat pada asuhan keperawatan neonatus bayi[3]. Perawatan bayi dalam Infant Incubator menyebabkan adanya pemisahan ibu dengan bayi baru lahir. Ibu yang memiliki bayi prematur atau kurang bulan ditemukan kurang percaya dalam merawat bayinya dibandingkan dengan ibu yang memiliki bayi cukup bulan. Sebuah inovasi baru dalam perawatan bayi lahir prematur yang mendekatkan bayi dan ibunya adalah Perawataan Metode Kanguru (PMK). Perawatan metode kangguru bertujuan untuk menciptakan keterikatan emosional dengan bayinya, sehingga ibu akan percaya diri dengan kemampuannnya merawat bayi dan merasa mampu serta puas dengan perannya sebagai ibu[4]. Prinsip kerja dari Infant Incubator mode kanguru adalah saat ibu atau anggota keluarga kandung bayi seperti ayah dan nenek akan memberikan perawatan metode kanguru dengan menempelkan serta melakukan kontak fisik langsung kepada bayi, maka Infant Incubator akan secara otomatis mengatur aliran udara didalam. Pada saat mode kanguru chamber Infant Incubator dapat dibuka dengan memanfaatkan aliran udara yang telah diatur di dalam Infant Incubator agar pada saat chamber dalam keadaan terbuka suhu didalam Infant Incubator tetap dalam keadaan yang stabil. Serta pada saat mode kanguru berjalan skin sensor berperan sebagai parameter suhu yang akan di-pengaturan didalam Infant Incubator hal ini bertujuan agar suhu bayi dan suhu sekitar bayi dalam suhu yang sama. Suhu yang stabil didapatkan dari sistem kontrol heater, untuk menghasilkan suhu yang stabil dan presisi penulis menggunakan sistem kontrol PID karena sistem ini mampu menjaga linearitas pengaturan suhu sehingga, bayi yang lahir prematur terjaga kestabilan suhunya di dalam Infant Incubator[5]. Atas dasar itulah penulis ingin membuat sebuah Infant Incubator Berbasis PID Dilengkapi Dengan Mode Kangguru dengan harapan Infant Incubator ini dapat menghasilkan suhu yang stabil dan presisi serta dapat membantu ibu dalam