Lusi, Nuraini, Jurnal ROTOR, Edisi Khusus No. 3, Desember 2017 Lusi, Nuraini, Jurnal ROTOR, Edisi Khusus No. 3, Desember 2017 36 36 ANALISIS PENAMBAHAN SERAT JERAMI TERHADAP KARAKTERISTIK KUAT TARIK KOMPOSIT FRP (FIBER REINFORCEMENT PLASTIC) Nuraini Lusi 1 , Anggra Fiveriati 1 , Siska Aprilia H 1 , Arif Pungga Irawan 1 1 Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember Km 13 Banyuwangi Email: nurainilusi@poliwangi.ac.id ABSTRACT This aims of this research is to determine the mechanical characteristics of composite materials from one of organic fibers that have environmentally friendly properties and widely available in the territory of Indonesia. The organic fiber studied in this research was rice straw, the characteristics to be studied were tensile strength by tensile testing and adjusted to ASTM standard (American Standards of Test Materials). The composite / composite paneling is made by hand lay up and with manual emphasis using glass as a mold and press. Composition of the test material (composite) ie the volume of rice straw by 35%, 64.5% resin volume and 0.5% catalyst volume. The variables of this study are the length of fiber 15 mm, 20 mm and 25 mmm, the direction of fiber angle 0 0 ,45 0 and 90 0 . Another variable is the length of soaking fiber with alkali. Based on the mechanical characteristics of organic fibers, it is obtained that the rice straw fiber which has the best tensile strength characteristic is by the immersion treatment among other variations. Keywords: composite, rice straw, FRP PENDAHULUAN Teknologi kapal berbahan Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) pada akhir-akhir ini mendapat perhatian di kalangan ahli perkapalan sebagai material pembangunan kapal, kapal yang terbuat dari bahan-bahan FRP mengalami peningkatan dalam pembuatannya seperti: speed boat, patrolboat, fishingboat, dan kapal-kapal pesiar lainnya. Speed boat merupakan tipe kapal cepat yang sering digunakan sebagai kapal patroli, kapal pribadi, kapal untuk transportasi laut atau sungai, dan digunakan sebagai sarana pariwisata. Kapal cepat berbahan dasar fiberglass memiliki beberapa keunggulan yaitu memiliki bobot yang ringan sehingga mudah dalam transportasi, tahan lama (tidak mudah dimakan rayap dan ketahanan terhadap air laut), ramah lingkungan, kontruksi yang cukup kuat serta proses pembuatan yang tidak terlalu sulit dengan cara membuat cetakan kapal sehingga kapal dapat dibuat banyak tetapi sama bentuk (sesuai dengan cetakan) dengan waktu yang relatif singkat (Muharam, 2011), selain itu keunggulan yang lain adalah biaya perawatan yang lebih kecil, umur pakai kapal fiberglass bisa mencapai 20 tahun dibandingkan kapal kayu yang hanya sampai 10 tahun (Anwar, 2012 ). Material komposit merupakan kombinasi dari dua atau lebih material pembentuk melalui pencampuran atau penggabungan, di mana setiap material mempunyai sifat yang berbeda dan saling menunjang sehingga menjadi material yang kuat. Hasil penggabungan kedua material atau lebih tersebut mempunayi sifat yang berbeda dengan sifat material aslinya. Pada umumnya penguat yang dipakai dalam struktur komposit merupakan bahan sintesis (Widodo, 1998). Dalam perkapalan penggunaan komposit tersebut dikenal dengan nama FRP. Keunggulan penggunaan serat organik jika dibandingkan dengan serat sintesis diantaranya adalah: potensi alam yang cukup besar, murah dan mudah terdegradasi (high biodegradable) sehingga tidak mencemari lingkungan (Nugroho, 2015). Serat alami memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan serat sintetis, seperti beratnya lebih ringan, dapat diolah secara alami dan ramah lingkungan. Dan juga serat alami juga merupakan bahan terbaharukan dan mempunyai kekuatan dan kekakuan yang relatif tinggi dan tidak menyebabkan iritasi kulit Keuntungan- keuntungan lainnya adalah kualitas dapat divariasikan dan stabilitas panas yang rendah (Lokantara, 2007). Suatu penelitian telah dilakukan oleh Lokantara (2007) untuk mengetahui perilaku perubahan sifat fisis dan mekanis bahan komposit menggunakan serat alami yaitu berup tapis kelapa sebagai penguat dan epoxy 7120 dengan versamid 140 sebagai matrik. Perlakuan terhadap serat dilakukan dengan NaOH dan KMnO4 dengan persentase masing-masing 0,5%, 1%, dan 2% berat. Perbandingan epoxy dan hardener yaitu 7:3 dan 6:4, serta orientasi serat tapis 0°, 45° dan 90°. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by ROTOR