Jurnal Farmasi Higea, Vol. 14, No. 1, 2022 40 Skrining Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol pada Buah Matoa (Pometia pinnata) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test Dwi Dinni Aulia Bakhtra 1* , Delin Kristia Monika 1 , Anzharni Fajrina 1 , Aried Eriadi 1 1 Departemen Biologi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang, Padang, Indonesia *E-mail: dwidinni89@gmail.com Abstrak Matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dianggap sebagai spesies tanaman menjanjikan sebagai sumber antioksidan alami dengan nilai potensial tinggi bagi persiapan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalam ekstrak etanol buah matoa (kulit, biji dan daging) serta melakukan uji aktivitas sitotoksik dengan variasi 5 konsentrasi larutan uji yaitu 1000 µg/mL, 500 µg/mL, 250 µg/mL, 100 µg/mL dan 50 µg/mL dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil yang didapatkan dari skrining fitokimia ekstrak etanol buah matoa yaitu pada kulit buah matoa mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan saponin. Sedangkan pada biji buah matoa mengandung alkaloid, flavonoid, fenol dan tanin serta pada daging buah matoa mengandung flavonoid, fenol, tanin dan saponin. Pengujian dilanjutkan dengan uji aktivitas sitotoksik esktrak etanol buah matoa dengan nilai LC50 pada ekstrak etanol daging buah matoa sebesar 69,81 µg/mL, diikuti dengan ekstrak etanol kulit buah matoa 83,38 µg/mL dan ekstrak etanol biji buah matoa 216,81 µg/mL yang menandakan bahwa ekstrak etanol pada daging buah matoa (Pometia pinnata) memiliki aktivitas sitotoksik yang baik. Senyawa metabolit sekunder yang diduga dapat mempengaruhi aktivitas sitotoksik ini berasal dari golongan alkaloid, flavonoid, fenol dan tannin. Kata kunci : Matoa (Pometia pinnata); sitotoksik; Brine Shrimp Lethality Test Abstract Matoa (Pometia pinnata) is one of the plants that can be considered a promising plant species as a source of natural antioxidants with high potential value for drug preparation. meat) and carried out a cytotoxic activity test with variations of 5 test solution concentrations, namely 1000 μg/mL, 500 μg/mL, 250 μg/mL, 100 μg/mL, and 50 μg/mL, using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The results obtained from the phytochemical screening of the ethanol extract of matoa fruit, namely, the skin of the matoa fruit contains alkaloids, flavonoids, phenols, tannins and saponins. While the seeds of the matoa fruit contain alkaloids, flavonoids, phenols and tannins, and the flesh of the matoa fruit contain flavonoids, phenols, tannins and saponins. The test was continued by testing the cytotoxic activity of the ethanol extract of the matoa fruit with an LC50 value of 69.81 μg/mL of the ethanolic extract of the matoa fruit flesh, followed by the ethanol extract of the matoa fruit rind of 83.38 μg/mL and the ethanol extract of the matoa fruit seed of 216.81 μg/mL, which indicates that the ethanol extract of the flesh of the matoa fruit (Pometia pinnata) has good cytotoxic activity. The secondary metabolite compounds which are thought to affect the cytotoxic activity are derived from the alkaloids, flavonoids, phenols and tannins groups. Keywords: Matoa (Pometia pinnata); cytotoxic ; Brine Shrimp Lethality Test PENDAHULUAN Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian. Para peneliti kanker menyimpulkan bahwa 70-90 % kanker pada manusia dapat disebabkan oleh faktor- faktor lingkungan, makanan, konsumsi alkohol, rokok, polusi udara, air, bahan kimia di tempat kerja (misal: pabrik), radiasi, dan sinar ultraviolet (Djajanegara, 2009). Sumber pengobatan tradisional yang diperoleh dari kekayaan hayati yang