Jurnal As-Salam Vol.2(1). 2018: 28-35 Ahmad Yunus Mokoginta Harahap | 52 ANALISIS KESULITAN MAHASISWA PRODI EKONOMI SYARI’AH SEMESTER II TAHUN AKADEMIK 2017/2018 STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON DALAM MELAKUKAN OPERASI HITUNG MATEMATIKA Ali Umar STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh Email: ali_umar86@ymail.com Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan, letak kesulitan, penyebab ketidak mampuan mahasiswa dalam melakukan operasi hitung matematika. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi penelitian seluruh mahasiswa prodi ekonomi syari’ah semester II tahun akademik 2017/2018 STAIN Gajah Putih Takengon. Instrumen yang digunakan berupa tes dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data penelitian disimpulkan bahwa 1). Mahasiswa mengalami kesulitan yang tinggi dalam melakukan operasi hitung, 2. Letak kesulitan mahasiswa dalam melakukan operasi hitung terdapat dalam melakukan operasi bilangan yang melibatkan campuran bilangan positif-negatif, menyamakan penyebut dalam operasi penjumlahan pecahan dan menentukan nilai suatu variabel, 3. Penyebab ketidak mampuan mahasiswa dalam melakukan operasi hitung adalah kesalahan konsep dan pengalaman belajar tidak kontekstual. Kata kunci: analisis, operasi hitung matematika. Pendahuluan Operasi matematika berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sudah dipelajari oleh setiap peserta didik semenjak dari kelas satu sekolah dasar. Materi yang pertama kali diajarkan oleh guru di sekolah dasar setelah pengenalan angka adalah bilangan bulat yang dilanjutkan dengan operasi sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan bulat positif dan negatif sampai dengan pecahan. Memperhatikan frekuensi dipelajarinya operasi matematika semenjak tingkatan dasar, menengah pertama sampai tingkat lanjut seharusnya operasi bilangan telah terkonstruksi dengan baik pada diri mahasiswa mengingat mereka sudah melewati ketiga tingkatan sekolah tersebut. Akan tetapi faktanya berbaling terbalik antara pemahaman dan waktu yang dihabiskan oleh mahasiswa untuk mempelajarinya. Fakta-fakta tersebut peneliti temukan pada mahasiswa prodi ekonomi syariah semester II STAIN Gajah Putih. Temuan tersebut diantaranya jawaban-jawaban yang keliru ketika operasi bilangan bulat positif bersama negatif, misalnya 5-(-3), lebih dari 50% mahasiswa menjawab keliru. Pada contoh lain seperti 3 x -2 , banyak dari merekapun menjawab dengan keliru. Sementara itu untuk operasi pecahan, kebanyakan dari mereka keliru dalam menjumlahkan dan mengalikan. Temuan ini tentu sangat mengkhawatirkan. Alasanya, pertama operasi matematika merupakan salah satu dasar yang dipelajari dalam matematika. Ketidak pahaman dalam operasi matematika bisa jadi merupakan salah satu bentuk kesalahan dalam bernalar. Sementara itu matematika adalah ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui bernalar(Erman Suherman, 2003). Kedua, mata kuliah-mata kuliah yang dipelajari Jurnal As-Salam, 2(3) September - Desember 2018 (Print ISSN 2528-1402, Online ISSN 2549-5593)