28 | Indonesia Jurnal Farmasi Vol. 6 No. 1 (2021) 28-34 ANALISIS KADAR VITAMIN C PADA BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Muhammmad Nurul Fadel a* , Nirmala Manik b , Intansari Setyaningrum c Universitas Muhammadiyah Kudus. Jalan Ganesha No. 1 Kudus. Indonesia Email: nurulfadel@umkudus.ac.id Abstrak Pepaya merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia, berasa manis serta banyak mengandung vitamin C yang diperlukan oleh tubuh manusia. Konsumsi vitamin C yang kurang dapat mengakibatkan defisiensi vitamin C sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit. Buah pepaya dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian serta dapat dimanfaatkan untuk dibuat produk- produk farmasi. Vitamin C memiliki sifat yang mudah terdegradasi oleh oksidasi, sehingga diperlukan analisis kadar vitamin C pada buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C tertinggi pada buah pepaya serta menguji pengaruh tingkat kematangan, lama penyimpanan dan suhu terhadap kadar vitamin C pada buah pepaya. Penelitian menggunakan metode eksperimental kuantitatif. Sampel dibuat dari buah pepaya mentah, mangkal dan matang yang disimpan selama 0 hari, 1 hari dan 2 hari dibuat sari buah dan disaring. Sampel diberikan perlakuan suhu 30°C, 60°C, 90°C dan diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer, kemudian hasil penelitian dianalisis menggunakan SPSS dengan metode regresi linear berganda. Kadar vitamin C pada buah pepaya meningkat seiring dengan tingkat kematangannya, serta akan menurun pada lama penyimpanan lebih dari 1 hari. Suhu tinggi dapat merusak vitamin C, menyebabkan kadar vitamin C dalam buah pepaya menurun. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kematangan, lama penyimpanan dan suhu secara signifikan berpengaruh terhadap kadar vitamin C pada buah pepaya. kadar vitamin C tertinggi terdapat pada buah pepaya matang segar (lama penyimpanan 0 hari) pada suhu ruang (30°C). Kata kunci: buah pepaya, kadar vitamin C, spektrofotometri UV-Vis. Abstract Papaya was a plant that commonly found in Indonesia, the tastes was sweet and contains lots of vitamin C which was needed by the human body. Lack of vitamin C consumption can lead to vitamin C deficiency, which can cause various diseases. Papaya can be consumed to meet daily needs of vitamin C and can be used to make pharmaceutical products. Vitamin C was easily degraded by oxidation, so an analysis of vitamin C levels in papaya is needed.This research aims to determine the highest levels of vitamin C in papaya and to examine the effect of ripeness, storage time and temeperature on vitamin C levels in papaya.This research was conducted in a quantitative experiment. Samples made from Unripe, hemp and ripe papaya fruits were stored for 0 day, 1 day and 2 day, are made of juice and filtered. The samples were treated with temperatures of 30°C, 60°C, 90°C and their absorbance was measured using a spectrophotometer, then the result were analiyzed using SPSS with multiple linear regression methods. Vitamin C levels in papayas increased along with the ripeness level, and have decreased in storage time of more than 1 day. High temperatures have damaged vitamin C, which has caused the vitamin C levels in papaya to decrease. Based on the result of the research, it can be concluded that the level of ripe, storage time, and temperature are significantly affect the levels of vitamin C in papaya. The highest level of vitamin C is found in fresh ripe papaya (0 day storage time) at room temperature (30°C). Keywords: contains vitamin C, papaya fruit, spectrophotometry UV-Vis PENDAHULUAN Tanaman pepaya (Carica papaya L) merupakan tanaman yang tidak asing bagi masyarakat di Indonesia. Tanaman pepaya sering dipelihara di pekarangan rumah karena mudah tumbuh. Buah pepaya mempunyai rasa yang manis dan hampir seluruh bagian dari tanaman pepaya ini mengandung khasiat bagi