Gotham City Sebagai Persentasi Kota Bandung : Kajian Keresahan Masyarakat Terhadap Kenakalan Remaja Tongkrongan “Ngabers” Mochamad Rizky Bagustimansyah Putra, Wilodati, Abdul Aziz Prodi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudi No 229, Isola, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia Correspondence: E-mail: rizkybagus22@upi.edu Abstrak Kelompok remaja ngabers merupakan salah satu kasus kenakalan remaja berbasis kelompok yang menyebabkan keresahan dan ancaman di lingkungan masyarakat dikarenakan hadirnya kelompok remaja ngabers dengan segala aktivitasnya seperti rolling, arrogance driving, dan aktivitas kenakalan lain dapat merugikan pengguna jalan maupun masyarakat Kota Bandung itu sendiri. Fenomena tersebut melahirkan analogi Kota Bandung menjadi serupa dengan kota fiksi yaitu Gotham City. Gotham City merupakan kota fiksi penuh dengan kegelapan dan kriminalitas yang terdapat dalam alur cerita film dan komik produksi dari DC Comics. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Melalui suatu proses pengumpulan data maka dari itu memperoleh hasil penelitian bahwasannya : (1) Kota Bandung dan Gotham City memiliki aspek yang serupa yaitu karakteristik kriminal dan aspek perbedaanya pula. (2) Faktor yang menyebabkan remaja bergabung kepada kelompok ngabers terdapat faktor internal dan faktor eksternal. (3) Gambaran secara umum perilaku / aktivitas yang dilakukan oleh remaja ngabers terdapat aktivitas yang meresahkan seperti rolling, arrogance driving, penyalahgunaan obat- obatan terlarang, hingga meminum minuman keras dan terdapat pula aktivitas yang mendukung seperti street photography. Solusi dari pihak kepolisian yang sudah dituangkan yaitu penindakan knalpot bising , patroli malam, hingga pembinaan oleh Reskrim. Namun , solusi ini tidak efektif mengingat partisipasi masyarakat masih kurang peka dan komunikatif. Abstract The Ngabers youth group is one of the group-based juvenile delinquency cases that causes unrest and threats in the community because the presence of the Ngabers youth group with all its activities such as rolling, arrogance driving, and other delinquency activities can be detrimental to road users and the people of Bandung City itself. This phenomenon creates an analogy for the city of Bandung to be similar to a fictional city, namely Gotham City. Gotham City is a fictional city full of darkness and crime that is contained in the storylines of films and comics produced by DC Comics. This writing uses a qualitative approach with the case study method. Through a data collection process, the results obtained from the research are: (1) Bandung City and Gotham City have similar aspects, namely criminal characteristics and different aspects as well. (2) The factors that cause youth to join the Ngabers group are internal factors and external factors. (3) The general description of the behavior/activities carried out by young ngabers includes disturbing activities such as rolling, arrogance driving, abusing illegal drugs, and drinking liquor and there are also supporting activities such as street photography. The solution from the police that has been outlined is action against noisy exhausts, night patrols, to guidance by the Criminal Investigation Unit. However, this