KONSEP CINTA MENURUT PLATO DAN KAITANNYA DENGAN CINTA DALAM IMAN KRISTEN Lindayani 2020207934 Kelas C Teologi Abstrak The concept of love has a religious meaning. In Plato's thought, love is understood as the human desire to achieve absolute beauty and goodness contained in the world of ideas. While love in the Christian faith has a broader dimension. Love is seen as the basic nature of God which is radiated to humans through relationships with Him and with fellow human beings, even including love towards enemies. Plato focused on human love with absolute beauty while love in the Christian faith involves a relationship with God and fellow human beings and emphasizes love for enemies. Keywords: The Concept of Love, Plato, Christian Faith Abstrak Konsep cinta memiliki makna yang beragama. Dalam pemikiran plato cinta dipahami sebagai keinginan manusia untuk mencapai keindahan dan kebaikan absolut yang terdapat dalam dunia ide. Sementara cinta dalam iman Kristen memiliki dimensi yang lebih luas. Cinta dipandang sebagai sifat dasar Tuhan yang dipancarkan kepada manusia melalui hubungan dengan-Nya dan dengan sesama manusia, bahkan mencakup cinta terhadap musuh. Plato memusatkan perhatian pada cinta manusia dengan keindahan mutlak sedangkan cinta dalam iman Kristen melibatkan hubungan dengan Allah dan sesame manusia serta penekanan pada kasih terhadap musuh. Kata kunci: Konsep Cinta, Plato, Iman Kristen PENDAHULUAN Cinta adalah sebuah kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain yaitu berupa pengerbanan diri, empati, perhatian memberikan kasih saying, membantu, menuruti perkataan, mengikuti patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. 1 Cinta adalah perasaan intens yang melibatkan kasih, keinginan, dan kedekatan emosional terhadap seseorang atau sesuatu. Hal ini melibatkan perhatian, perawatan, dukungan, dan rasa ingin melindungi terhadap orang yang dicintai. Cinta juga dapat melibatkan dorongan untuk saling memahami, menghargai, dan berbagi kehidupan 1 Sabrina Maharani, Filsafat Cinta (Yogyakarta: Garasi, 2009), hlm 19.