Management Insight, 9 (1): 16-29 16 ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK PEMERINTAH DAN BANK SWASTA DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2008 – 2012 Vivi Putri Maharani & Chairil Afandy Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu Abstract. The purpose of this research was to determine whether there are significant differences in the (LDR, NPL, ROA, ROE, ROA, NIM and PDN) between government bank compared to private banks in Indonesia Stock Exchange (IDX) the period of 2008- 2012. Method of sample selection was done by purposive sampling, the samples obtained from government banks such as BNI, BRI, BTN, and Mandiri bank, while from private banks such as BCA, BII, CIMB Niaga Bank and Panin Bank. Data analysis methods is hypothesis testing using two different test mean (pair sample t test). The results showed that the financial performance of the ratio for LDR, NPL, ROA, ROE, ROA and PDN there is no significant difference between the government banks and private banks. While the financial performance of the NIM ratio there are significant differences between the government banks and private banks. Keywords: Loan to Deposit Ratio, Non Performing Loan, ReturnOn Asset, Return On Equity, Biaya Operasional terhadap pendapatan operasional, Net Interest Margin dan Posisi Devisa Netto. PENDAHULUAN Latar Belakang Lembaga perbankanmerupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai nilai strategis dalam kehidupan perekonomian suatu Negara. Lembaga tersebut dimaksudkan sebagai perantara pihak-pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus offunds), dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (lack of funds). Dengan demikian perbankan akan bergerak dalam kegiatan perkreditan dan berbagai jasa yang diberikan, serta bank juga melayani kebutuhan pembiayaan, melancarkan mekanisme sistem pembayaran bagi semua sektor perekonomian dan peredaran uang. Dalam Undang-Undang Perbankan No.10 Tahun 1998jugatelah ditegaskan bahwa Bank Indonesia mempunyai wewenang untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja suatu bank dapat dilakukan dengan cara melakukan analisis terhadap laporan keuangannya. Pengukuran suatu bank dapat diukur melalui rasio- rasio keuangan. Rasio keuangan dapat digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan, serta untuk membandingkan kinerja perusahaan satu dengan yang lain. Kementerian BUMN mengklaim kinerja bank-bank BUMN lebih bagus dibanding bank-bank swasta meskipun dalam kondisi krisis. Kinerja keuangan Bank BUMN lebih bagus tercermin dari rasio keuangan yang lebih positif dibanding swasta. Pemberian kredit yang selektif dan menekankan prinsip kehati-hatian (prudent), mengakibatkan rasio kredit bermasalah (NPL) dapat ditekan, bahkan