JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), Vol. 8 No. 6, Desember 2021 e-ISSN 2715-7393 (Media Online), p-ISSN 2407-389X (Media Cetak) DOI 10.30865/jurikom.v8i6.3692 Hal 315322 http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/jurikom |Page 315 Penerapan Augmented Reality Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Bahasa Inggris Pada Anak Usia Dini Dyah Monika Ismawanti 1 , Hari Widi Utomo 2 , Gita Fadila Fitriana 3,* 1 Fakultas Informatika, Teknik Informatika, Institut Teknologi Telkom, Purwokerto, Indonesia 2 Fakultas Informatika, Sistem Informasi, Institut Teknologi Telkom, Purwokerto, Indonesia 3 Fakultas Informatika, Rekayasa Perangkat Lunak, Institut Teknologi Telkom, Purwokerto, Indonesia Email: 1 dyahmonika24@gmail.com, 2 hari@ittelkom-pwt.ac.id, 3,* gita@ittelkom-pwt.ac.id Email Penulis Korespondensi: gita@ittelkom-pwt.ac.id Submitted 19-11-2021; Accepted 16-12-2021; Published 30-12-2021 Abstrak Media pembelajaran merupakan sarana penyampaian materi pelajaran yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pemikiran dan perasaan serta kemauan seseorang untuk belajar. Di sinilah perlunya pendidikan sejak usia dini yang didasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah salah satu upaya pembinaan yang ditujukan untuk anak sejak lahir sampai dengan 6 tahun. Kesadaran akan pentingnya penguasaan Bahasa asing khususnya bahas inggris pada era informasi sekarang ini memunculkan upaya untuk mempelajari bahasa tersebut sejak dini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah alternatif solusi dalam media pembelajaran anak usia dini menggunakan teknologi marker based agumented reality. Pembuatan aplikasi ini menggunakan Unity dan Vuforia. Pengembangan untuk perangkat lunak ini menggunakan metode Waterfall. Dengan memanfaatkan teknologi AR yang didukung dengan animasi, gambar dan suara dapat menarik minat anak dalam belajar. Hasil pengujian yang telah dilakukan melalui black box testing dan pre-test serta post-test yang telah dilakukan oleh koresponden menunjukan hasil bahwa angka persentase 100% yang dapat disimpulkan bahwa seluruh fitur dapat berjalan dengan baik berdasarkan dengan fungsinya. Hasil yang diperoleh saat pre-test mendapatkan rata-rata 48 sedangkan hasil post-test mengalami kenaikan dengan mendapat rata-rata 97,5 yang menunjukan bahwa aplikasi alternatif media belajar bahasa inggris menyenangkan dan sangat layak digunakan oleh pengguna sebagai media belajar yang efektif dan efisien dan tentunya menarik. Kata Kunci: Agumented Reality; Bahasa Inggris; Black Box Testing; Marker Based Augmented Reality; Media Pembelajaran; Unity; Vuforia, Waterfall. Abstract Learning media is a means of delivering subject matter that can channel messages, stimulate thoughts and feelings and a person's willingness to learn. This is where the need for education from an early age, which is based on Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, states that early childhood education is one of the coaching efforts aimed at children from birth to 6 years. Awareness of the importance of mastering foreign languages, especially English in the current information age, has led to efforts to learn these languages from an early age. Therefore, this study aims to provide an alternative solution in early childhood learning media using marker based augmented reality technology. Making this application using Unity and Vuforia. Development for this software uses the Waterfall method. By utilizing AR technology supported by animation, images and sounds can attract children's interest in learning. The results of the tests that have been carried out through black box testing and pre-test and post-test that have been carried out by the correspondent show the results that the percentage figure is 100% which can be concluded that all features can run well based on their functions. The results obtained during the pre-test get an average of 48 while the post-test results have increased by getting an average of 97.5 which shows that the alternative application of English learning media is fun and very suitable for use by users as an effective and efficient learning medium. and of course interesting. Keywords: Agumented Reality; Bahasa Inggris; Black Box Testing; Marker Based Augmented Reality; Media Pembelajaran; Unity; Vuforia, Waterfall. 1. PENDAHULUAN Media pembelajaran merupakan sarana penyampaian materi pelajaran yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pemikiran dan perasaan serta kemauan seseorang untuk belajar. Melalui media pembelajaran interaktif memungkinkan peserta didik akan lebih tertarik dan mudah menerima materi yang pelajari[1]. Pendidikan anak pada usia 2-4 tahun masuk pada Kelompok Bermain (KB) dimana pada saat ini anak bersifat egosentris, yaitu melihat sesuatu dari dirinya (perception centration), dengan melihat sesuatu dari satu ciri, sedangkan ciri lainnya diabaikan.Anak pada usia 2-4 tahun memiliki kemampuan untuk mengikuti aturan permainan termasuk memahami tujuan dari permainan yang diberikan kepadanya[2]. Pengetahuan bahasa Inggris sangat penting bagi anak untuk siap menghadapi era saat ini. Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, maka tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media media pembelajaran bahasa inggris sebagai alat untuk meningkatkan kosa kata Bahasa inggris pada anak usia 5-6 tahun[3].Media pembelajaran bahasa inggris untuk anak usia dini atau anak yang berada pada usia empat sampai enam tahun bisa mendapatkan penyampaian secara langsung dari dari simbol- simbol untuk menggambarkan lingkungan sekitarnya. Kemampuan anak untuk belajar bahasa khususnya bahasa asing dapat diperkenalkan sekitar usia dua sampai enam tahun, sebab pada usia ini perkembangan bahasa anak sangat pesat mulai. Salah satu bahasa asing yang dapat diperkenalkan kepada anak adalah bahasa Inggris[4]. Sebagai penunjang harus ada media yang mampu menarik minat anak usia dini dalam belajar bahasa inggris. Membaca buku menjadi pilihan setelah mendapatkan materi langsung dari guru. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh EF ( Education First ) Indonesia berada pada peringkat 74 se-dunia dan dalam kecakapan bahasa inggris yang rendah[5]. Berdasarkan survei yang telah dilakukan peneliti untuk mengetahui mengenai pembelajaran bahasa inggris pada anak