2-TRIK: Tuna s-Tuna s Rise t Ke se ha ta n, Vo lume 9 No mo r 3, Ag ustus 2019 p-ISSN 2089-4686 e -ISSN 2548-5970 249 http :/ / 2trik.jurna le le ktro nik.c o m/ ind e x.p hp / 2trik DOI: http://dx.doi.org/10.33846/2trik9310 Pengetahuan Remaja Kelas VII Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMPN 31 Kota Bekasi Tahun 2018 Nessi Meilan Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Jakarta III; nessimeilandongoran@gmail.com (koresponden) Desy Rizka Wanti Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Jakarta III ABSTRACT Personal hygiene during menstruation is an action to maintain health and hygiene in the female area during menstruation to avoid bacteria that can cause infection. The purpose of this study was to obtain a description of the knowledge of adolescents of class VII about personal hygiene during menstruation. This type of research is descriptive conducted at SMPN 31 Bekasi City in March to April 2018. The population size is 196 adolescents and the sample size is 66 adolescents, which were selected using purposive sampling technique. Data were collected through filling out questionnaires, then analyzed descriptively. The results of this study illustrate that the majority of adolescents have knowledge in both categories (59.1%). It is recommended to adolescents to be able to increase knowledge about reproductive health by finding information from reliable sources. Keywords: knowledge; teenager; behavior ABSTRAK Personal hygiene pada saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi agar terhindar dari bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja kelas VII tentang personal hygiene pada saat menstruasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan di SMPN 31 Kota Bekasi pada bulan Maret sampai dengan April 2018. Ukuran populasi adalah 196 remaja dan ukuran sampel adalah 66 remaja, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan dalam kategori baik (59.1%). Disarankan kepada remaja untuk dapat meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dengan mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Kata Kunci : pengetahuan; remaja; perilaku PENDAHULUAN Menurut WHO (2007) (1) , angka kejadian infeksi saluran reproduksi (ISR) tertinggi di dunia adalah pada usia remaja (35%-42%) dan dewasa muda (27%-33%). Prevalensi ISR pada remaja di dunia tahun 2006 yaitu: kandidiasis (25%-50%), vaginosis bakterial (20%-40%), dan trikomoniasis (5%-15%), infeksi organisme ini dapat menyebabkan gejala seperti pruritus vulva, iritasi, inflamasi, sekresi vaginal dan rasa perih. Di Asia Tenggara, wanita Indonesia lebih rentan mengalami ISR yang dipicu oleh iklim Indonesia yang panas dan lembab. Timbulnya infeksi vagina dapat disebabkan oleh kondisi stres, kelelahan, kurang gizi, kebersihan kurang, pendidikan yang rendah, ekonomi yang rendah dan kawin muda. Akibatnya, timbul masalah yang sangat mengganggu, seperti berubahnya warna cairan menjadi kekuningan hingga kehijauan, jumlahnya banyak dan berbau serta menimbulkan rasa gatal didaerah sekitar vagina. Akibat lebih lanjut jika terus menerus bisa menyebabkan penyakit keganasan seperti kanker serviks. Remaja yang sudah mengalami menstruasi, perlu menjaga kesehatan diri atau personal hygiene. Remaja tersebut perlu mendapatkan pengetahuan tentang kebersihan alat reproduksi saat menstruasi yang dapat menyebabkan ISR. Menurut Indrawati (2012) (2) , pengetahuan remaja tentang perawatan daerah kewanitaan masih rendah disebabkan karena rendahnya kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi dan berpengaruh pada perilaku remaja yang akibatnya dapat terjadi masalah pada daerah kewanitaan. Pengetahuan yang kurang terkait mejaga kebersihan saat menstruasi dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, maupun psikososial. (3)