PILAR JURNAL TEKNIK SIPIL Vol.13 No. 02, September 2018 Diterbitkan oleh: Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Sriwijaya ISSN (Print) : 1907 - 6975 https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/pilar/index PILAR JURNAL TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA 12 ANALISIS SPASIAL ASPEK TOPOGRAFI MENGGUNAKAN CITRA DEMSRTM SEBAGAI DASAR PERENCANAAN JALAN Arfan Hasan 1 , Andi Herius 1 , Darma Prabudi, Indrayani 1* 1 Politeknik Negeri Sriwijaya * Coressponden Author: iin_indrayani@polsri.ac.id Naskah diterima : 01 Agustus 2018. Disetujui: 02 September 2018. Diterbitkan : 30 September 2018 ABSTRAK Aspek topografi merupakan salah satu faktor penting dalam perencanaan galian dan timbunan. Mengingat perlunya dipertimbangkan aspek topografi yaitu faktor ketinggian permukaan dari muka laut dalam perencanaan jalan maka perlu ditemukan suatu metode untuk memudahkan penentuan ketinggian permukaan tanah dari muka laut. Pengukuran ketinggian yang dilakukan secara manual tentunya membutuhkan biaya dan waktu yang sangat besar. Untuk itu perlu dilakukan suatu penelitian yang menganalisis ketinggian secara spasial menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra Digital Elevation Model (DEM) SRTM (Shuttle Radar Topography Mission), sehingga didapatkan klasifikasi ketinggian yang dapat dipergunakan sebagai dasar dalam perencanaan jalan. Metode yang digunakan dalam pengklasifikasian ketinggian adalah metode intrpolasi dari hasil overlay peta ruang terbuka dengan citra DEMSRTM. Dari hasil analisis didapatkan persentase perbandingan hasil klasifikasi ketinggian terhadap kontur adalah 9,359 % dan terhadap topografi adalah 8,139 %, hal ini menunjukkan bahwa metode interpolasi dapat digunakan dalam pengklasifikasian ketinggian dengan menggunakan peta DEMSRTM. Kata kunci : Analisis Spasial, Aspek Topografi, Citra DEMSRTM 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jalan merupakan salah satu fasilitas untuk mempermudah aksesibilitas dari suatu daerah ke daerah lainnya, dengan adanya jalan maka tingkat perekonomian suatu daerah akan dapat meningkat [1]. Dalam pembangunan jalan tentunya diperlukan beberapa tahapan, diantaranya yaitu tahap perencanaan dan proses pelaksanaan konstruksi jalan. Pada proses perencanaan jalan tidak terlepas dari 2 bagian yaitu perencanaan geometrik dan perencanaan tebal perkerasan, dimana perencanaan geometrik menitikberatkan pada perencanaan bentuk fisik untuk dapat memenuhi fungsinya dalam memberikan pelayanan yang optimum [2]. Aspek topografi merupakan salah satu faktor penting dalam perencanaan galian dan timbunan pada perencaan jalan. Setiap daerah akan memiliki topografi yang berbeda, pada daerah rawa tentunya akan lebih banyak menghadapi permasalahan penimbunan dan penyingkiran material dari endapan rawa, sedangkan pada daerah dataran lebih banyak menghadapi masalah drainase, dan untuk daerah pegunungan akan lebih banyak menghadapi