Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 11 No. 3 192 Studi Pengaruh Kecepatan dan Temperatur Fluida Kerja Pada Pompa Gerotor Dibyo Setiawan 1 , Abdul Kayi 2 , Rohadi Yusuf 3 , Rani Anggrainy 4 1 Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mpu Tantular, DKI Jakarta, 11520 2 Corporate Project Management & Engineering Division, PT. Solusi Bangun Indonesia, Jawa Barat 16820 3 Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, SMK Negeri 2 Kota Bekasi, Jawa Barat 17153 4 Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Krisnadwipayana, Jawa Barat 13077 Email: dibyosetiawan@mputantular.ac.id, abdul.kayi@sig.id, rohadiyusuf92@gmail.com, rani_anggrainy@unkris.ac.id. ABSTRAK Inovasi dan pengembangan perlengkapan riset harus dilakukan seiring dengan berkembangnya cabang penelitian, khususnya pada bidang rekayasa terkait dengan energi terbarukan. Pemanfaatan Concentrated Solar Power (CSP) sebagai penyedia panas harus dilengkapi dengan fluida pemindah panas untuk mendistribusikan energi termal dari sumber ke beban. Salah satu komponen terpenting adalah pompa alir yang digunakan untuk memindahkan fluida kerja. Karakteristik khusus dibutuhkan untuk pompa yang digunakan karena adanya tuntutan operasi temperatur yang tinggi dan fluida yang kental. Pompa trochoid atau gerotor pilihan tepat untuk diaplikasikan pada pompa fluida pemindah panas. Studi ini membahas hubungan antara kapasitas pemompaan terhadap temperatur dan kecepatan pompa. Melalui studi eksperimen, diperoleh bahwa kapasitas pemompaan dipengaruhi oleh temperatur dan kecepatan pompa. Pada kecepatan 750 RPM, kapasitas pemompaan berkisar antara 91–98 cc untuk rentang temperatur antara 30–100 °C. Kecepatan pompa yang lebih tinggi sebesar 1150 RPM, sehingga mampu menghasilkan kapasitas yang lebih tinggi sebesar 127–158 cc pada rentang temperatur yang sama. Kata kunci: Gerotor, Trochoid, Fluida, Viskositas, Rotor. ABSTRACT Innovation and development of research equipment must be carried out in line with the development of research branches, especially in the field of engineering related to renewable energy. Utilization of Concentrated Solar Power (CSP) as a heat provider must be equipped with a heat transfer fluid to distribute thermal energy from the source to the load. One of the most important components is the flow pump which is used to move the working fluid. Special characteristics are required for pumps used because of the demands of high operating temperatures and viscous fluids. Trochoid or gerotor pumps are the right choice for application to heat transfer fluid pumps. This study discusses the relationship between pumping capacity to temperature and pump speed. Through experimental studies, it is found that the pumping capacity is affected by the temperature and speed of the pump. At a speed of 750 RPM, the pumping capacity ranges from 91 –98 cc for a temperature range of 30–100 °C. Higher pump speed of 1150 RPM, so it can produce a higher capacity of 127–158 cc at the same temperature range. Keywords: Gerotor, Trochoid, Fluid, Viscosity, Rotor. PENDAHULUAN Inovasi dan pengembangan berkelanjutan dibutuhkan dalam rangka upaya pemenuhan riset yang semakin tinggi dan semakin beragam seiring dengan perkembangan zaman. Proses uji coba eksperimen memerlukan perlengkapan khusus yang ditujukan untuk pemodelan dari tujuan riset. Salah satu bidang riset yang sangat gencar dilakukan pada masa sekarang adalah pemanfaatan sumber energi terbarukan, khususnya yang bersumber dari matahari. Energi matahari yang menembus ke bumi berupa energi cahaya dan panas. Pemanfaatan energi panas matahari masih kurang mendapatkan perhatian, karena sistem yang cukup kompleks serta pemenuhan kebutuhan perlengkapan riset yang sangat rumit. Aplikasi pemanasan matahari dapat digunakan untuk pengering makanan, produksi air bersih melalui proses distilasi dan desalinasi serta produksi listrik dengan menggunakan Concentrated Solar Power (CSP) [1]. Pemanfaatan energi panas matahari untuk seluruh aplikasi tersebut umumnya membutuhkan fluida kerja (heat transfer fluid) sebagai media untuk memindahkan energi panas dari sumber ke beban [2]. Temperatur kerja yang digunakan tergantung kepada aplikasi dan untuk aplikasi skala kecil digunakan pada rentang 80–200°C [3]. Fluida kerja yang bersirkulasi di dalam sistem,