ORBITH VOL. 16 NO. 1 Maret 2020 : 1 - 9 1 KAJIAN KARAKTERISTIK DAN PERMODELAN BANJIR DI DAS AIR MAJUNTO KABUPATEN MUKOMUKO Oleh: Robi Fernando 1 , Agung Bhakti Utama 2 1,2 Staf Pengajar Prodi Teknik Konstruksi Bangunan Gedung, Politeknik Pekerjaan Umum. Jl. Prof. H. Soedarto, SH. Tembalang Semarang E-mail: 1 roferwong@gmail.com, 2 agungbhaktiutama@yahoo.com Abstrak Kejadian Banjir sering terjadi di Provinsi Bengkulu, terutama pada saat musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi dan durasi lama. Salah satunya terjadi pada DAS Air Majunto dengan luas DAS 850 km². Kejadian banjir ini menimbulkan daya rusak seperti permukiman, dan infrastruktur lainnya. Hingga saat ini, belum pernah melakukan penilaian banjir secara berkelanjutan dan quantitative, sehingga perlu dilakukan studi mengenai daerah terdampak rawan banjir pada DAS tersebut. Studi ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui peta situasi genangan banjir. Untuk mencapai peta genangan banjir yang akurat maka perlu dilakukan pemetaan observasi genangan, membangun model genangan banjir, observasi penampang melintang dan melakukan evaluasi pada kecamatan terdampak banjir. Selanjutnya dilakukan pengumpulan dataset seperti: digital elevasi data, data hidrologi debit curah hujan, debit kala ulang dan data topografi/cross section. Seluruh data tersebut diatas digunakan untuk membuat model genangan banjir yang dibangun dengan beberapa modul yang ada. Yakni, modul hujan- limpasan, flood routing dan inland flood. Simulasi genangan di komparasi menggunakan data observasi genangan di lapangan, sehingga peta rawan banjir dapat menyerupai kondisi sebenarnya. Hasilnya diharapkan dapat memudahkan Pemerintah dalam membuat sistem penanganan bencana banjir terpadu sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh banjir di sepanjang DAS Air Majunto. Kata kunci: Peta Rawan Banjir, Model Hydrodynamic, Inland Flood Modul Abstract Floods often occur in Bengkulu Province, especially during the rainy season with high rainfall intensity and long duration. One of them occurred in the Air Majunto watershed with an area of 850 km². This flood event caused destructive power such as settlements and other infrastructure. To date, there has never been a continuous and quantitative assessment of flooding, so a study of flood prone areas in the watershed is needed. The study was conducted aiming to determine the situation of flood inundation situations. To achieve an accurate flood inundation map it is necessary to map inundation observations, build flood inundation models, cross-section observations and evaluate flood-affected districts. Next is the collection of datasets such as: digital elevation data, hydrological data on rainfall discharge, re- discharge debit and topographic / cross section data. All the data above is used to create a flood inundation model that is built with several existing modules. Namely, the rain-runoff module, flood routing and inland flood. Inundation simulations are compared using inundation observation data in the field, so that flood-prone maps can resemble actual conditions. The results are expected to facilitate the Government in creating an integrated flood disaster management system so that it can reduce the impact caused by flooding along the Air Majunto watershed Keywords: Flood-Prone Map, Hydrodynamic Model, Inland Flood Module 1. Pendahuluan Bengkulu merupakan salah satu Provinsi di bagian barat pulau Sumatera. Kontur alamnya yang banyak di lewati sungai besar sehingga sebagian besar sungai-sungai tersebut sering terjadi banjir pada saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi dan durasi lama. Salah satunya terjadi pada DAS Air Majunto yang berada di Kabupaten Mukomuko yang berada pada posisi 101˚00’53,78” - 101˚58’47,42” BT dan antara 2˚13’5,50”– 3˚11’ 16,0” LS dengan luas 850 km². Kejadian banjir tersebut menimbulkan daya rusak yang sangat mengkhawatirkan di sepanjang DAS Air Majunto seperti: