Mohammad Aulia Yustisia Anwar, Bambang Iskandriawan, Ari Dwi Krisbianto, dan Bambang Tristiyono Studi Kebutuhan pada Perancangan Mobile Kitchen Truck sebagai Sarana Penunjang Penanggulangan Bencana Daerah Dataran Tinggi 62 Studi Kebutuhan pada Perancangan Mobile Kitchen Truck sebagai Sarana Penunjang Penanggulangan Bencana Daerah Dataran Tinggi Mohammad Aulia Yustisia Anwar, Bambang Iskandriawan, Ari Dwi Krisbianto, dan Bambang Tristiyono Departemen Desain Produk, Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia e-mail: mohammad.ar06@gmail.com Abstrak—Sebagai negara dengan julukan Ring of Fire membuat sebagian wilayah di Indonesia rawan mengalami bencana alam seperti gunung meletus, banjir bandang, dan kebakaran hutan. Dampak yang dirasakan adalah terganggunya aktifitas primer, kehilangan tempat tinggal hingga sanak saudara, dan kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok khususnya makanan. Fasilitas yang diberikan oleh pemerintah khususnya untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari adalah dengan pengadaaan truk Dapur Umum Lapangan (Dumlap). Dalam praktiknya, truk ini mengalamani beberapa kendala dalam mengakses daerah terdampak khususnya dataran tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menjawab kendala yang dialami seperti kurang memadainya spesifikasi mesin produk eksisting, dimensi kendaraan yang perlu disesuaikan dengan karakteristik dataran tinggi, dan rancang bangun truk yang kurang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pertama dengan breakdown masalah dan kebutuhan, preview produk eksisting dan produk acuan, observasi lapangan untuk menentukan Design Requirement & Objective, wawancara, hingga studi model. Kata kunci— studi kebutuhan, dapur umum lapangan, mobile kitchen truck, dataran tinggi, bencana alam. Abstract—As a country with the predicated of the Ring of Fire, several areas in Indonesia are vulnerable to natural disasters such as volcanic eruptions, floods, and forest fires. The impact that is felt is disruption of primary activities, loss of residence to relatives, and difficulties in getting necessities, especially food. The facilities provided by the government, especially to meet daily food needs, are the provision of trucks for the Field Public Kitchen (Dumlap). In practice, this truck has experienced several obstacles in accessing the affected areas, especially the highlands. The purpose of this research is to answer the problems experienced, such as inadequate specifications for existing product machines, Vehicle dimensions that must be adapted to the highlands particularities, and ineffective truck design. The research method used is the first with a breakdown of problems and needs, previews of existing products and reference products, field observations to determine Design Requirements & Objectives, interviews, to model studies. Keywords—need study, field public kitchen, mobile kitchen truck, highlands. natural disasters. I. PENDAHULUAN Berdasarkan sudut pandang geografis, Indonesia merupakan pertemuan dua jalur gunung api besar dengan beberapa jalur pegunungan lipatan muda dunia. hal tersebut terjadi karena pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Indo- Australia, Eurasia dan lempeng Pasifik. Aktivitas tektonik tersebut memicu terbentuknya jajaran gunung berapi aktif (volcanic arc) yang sering disebut Ring of Fire [1]. Kondisi tersebut membuat banyak daerah di Indonesia rawan terhadap bencana alam. Badan Daerah Penanggulangan Bencana (BPBD) mencatat tren kebencanaan yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir [2]. Bencana alam sendiri dapat berdampak terhadap timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian materiil, serta dampak psikologis [3]. Bagi masyarakat yang terdampak bencana alam, sandang, pandang, dan papan menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar tetep bisa bertahan dalam kondisi sulit. Bencana alam tertentu dapat berdampak pada kebutuhan sandang atau pakaian yang rusak, hilang, atau tidak layak pakai. Selain itu, kebutuhan pangan atau makanan juga diperlukan karena keterbatasan masyarakat terdampak untuk mendapatkan dan mengolah bahan pangan. Bencana alam juga dapat berdampak pada kebutuhan akan papan atau tempat tinggal. Bagi masyarakat yang mengalami bencana alam seperti banjir, erupsi gunung merapi, atau angin puting beliung mengakibatkan rumah mereka tidak dapat ditinggali untuk karena rusak atau bahkan roboh. Penelitian ini menggunakan studi kasus bencana di Kecamatan Ijen, Bondowoso. Daerah ini memiliki karakteristik dataran tinggi karena dikelilingi oleh beberapa gunung seperti seperti G. Suket (2.950 mdpl), G. Raung (3.334 mdpl), G. Pendil (2.338 mdpl), G. Rante (2.664 mdpl), G. Merapi (2.800 mdpl), G. Remuk (2.092 mdpl), dan G. Ijen (2.799 mdpl) [4]. Berada di lereng pegununan Ijen dan dikelilingi oleh dua gunung berapi aktif yaitu Gunung Ijen dan Gunung Raung menjadikan daerah tersebut termasuk dalam daerah rawan terdampak bencana. Tercatat ada beberapa bencana alam yang pernah melanda daerah tersebut beberapa tahun terakhir antara lain erupsi gunung raung (2015), kebakaran hutan (2019), dan banjir bandang (2020). Saat terjadi bencana alam, terdapat dua instansi terkait dalam proses penanggulangannya yaitu Dinas Sosial dan BPBD. Dalam tahap sistem tanggap darurat, Dinas Sosial bertugas sebagai aktivasi tanggap darurat (dapur umum, tenda pengungsian dan pemenuhan logistik); posko layanan dukungan psikososial; pengerahan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan sosial lain; penyaluran bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan pelayanan khusus terhadap kelompok rentan [5].