© 2019 - Indonesian Journal of Primary Education – Vol .3, No. 2 (2019) 28-37 - http://ejournal.upi.edu/index.php/IJPE/index
Vol. 3, No. 2 (2019) 28-37 ISSN: 2597-4866
Indonesian Journal of Primary Education
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah
terhadap Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di SD
Heryon Bernard Mbuik
PGSD FKIP Universitas Citra Bangsa
*Corresponding author: bernardmalole@gmail.com
Diterima 06 Juli 2019; Direview 15 Juli 2019; Diterima 20 Agustus 2019
Diterbitkan online 20 Desember 2019
Abstract
A principal has a very strategic role in coordinating, mobilizing, and harmonizing all available educational
resources in schools that implement School Based Management. The objective of this research is to know to what
extend is the influence of principles’ leadership towards the implementation of school based management In Sekolah
Dasar Inpres Bertingkat Oebobo 2 Kupang City. This research uses quantitative method to describe the influence of the
principles’ leadership variable score towards school based management implementation variable. The technique in this
research is obtained by using Promotional Random Sampling. The number of samples is 113 students. The
questionnaire is used as the instrument in this research. The questionnaire is 35. The questionnaires that are designed
are given to the respondents before they are tested. The questionnaires are measured by using the validity and
reliability levels. The result shows that there is a significant influence of principles’ direct leadership towards the
implementation of school based management. It is shown by linear regression equation X = 12,32 + 0,947. The
equation provides information that the average of one principles’ leadership score is followed by the increase of 0,947
score of the implementation of school based management. The value of correlation coefficient (r) is 0,849, while the
value of correlation coefficient (p) is 0,538 > 0,05 which means that the principles’ leadership influences the
implementation of school based management.
Abstrak
Kepala sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan
semua sumberdaya pendidikan yang tersedia pada sekolah yang menerapkan MBS. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap penerapan manajemen berbasis sekolah pada SDI
Bertingkat Oebobo 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif guna menggambarkan mengenai pengaruh skor
variabel kepemimpinan kepala sekolah terhadap variabel penerapan MBS. Teknik dalam penelitian ini diperoleh dengan
menggunakan teknik Proportional Random Sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan secara acak proporsional.
Jumlah sampe sebanyak 113 orang siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 35 angket. Instrumen
kuesioner yang telah dibuat, sebelum diberikan kepada responden, maka instrumen perlu dilakukan uji coba, dengan
cara mengukur tingkat validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung
kepemimpinan kepala sekolah terhadap penerapan MBS ditunjukkan oleh persamaan regresi linear X = 12,32 + 0,947.
Persamaan tersebut memberikan informasi bahwa rata-rata penambahan satu skor kepemimpinan kepala sekolah akan
diikuti oleh kenaikan 0,947 skor tingkat penerapan MBS. Harga koefisien korelasi (r) sebesar 0,849; sedangkan harga
koefisien jalur (p) sebesar 0,538 > 0,05 yang berarti kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung terhadap
penerapan MBS.
PENDAHULUAN
Permasalahan rendahnya mutu
penyelenggaraan pendidikan di Indonesia
selama ini pada dasarnya bermuara pada
lemahnya pengelolaan, pengorganisasian dan
pengembangan institusi. Manajemen memiliki
peran yang sangat strategis dalam setiap
organisasi untuk mencapai tujuan yang
diiinginkannya. Implementasi MBS di
Indonesia diprioritaskan pada 3 pilar yaitu
manajemen, Pembelajaran Aktif, Kreativ,
Efektiv, dan Menyenangkan (PAKEM), dan
peran serta masyarakat. Menajemen berbasis
Sekolah (MBS) berpotensi untuk
meningkatkan partispasi masyarakat, kepala
sekolah guru, administrator yang professional.
Berdasar kebijakan pemerintah tentang upaya
memperbaiki kualitas pembelajaran melalui
MBS inilah maka diharapkan dapat membawa
angin segar bagi para guru untuk melakukan
kebebasan akademik dalam mendidik peserta
didik termasuk didalamnya meningkatkan