SBS SEBASA http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/sbs E-ISSN: 2621-0851 Vol. 5 No. 1, Mei 2022 Hal. 120-128 |SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |Vol.5, No.1, Mei 2022| 120 120 KAJIAN SASTRA BANDINGAN CERPEN GADIS KOREK API DENGAN CERPENTERESA : PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA Silvi Athala Naziha 1 , Dian Hartati 2 1,2, Universitas Singaperbangsa Karawang Received: 2022-02-10|Reviewed: 2022-04-22|Accepted: 2022-05-05 Abstract Keywords This research is important to do in order to determine the psychological condition that occurs in a woman as a follow-up and the violence she experienced. This study aims to describe the differences and similarities in the main female characters in the title Gadis Korek Api by Djenar Maesa Ayu with the poem Teresa by Paulina Flores. The method used in this research is descriptive analysis. The technique used in this research is reading and note- taking technique. The approach taken is using the Psychological Theory of Sigmund Freud (1923) there are three personality elements in psychoanalysis, namely the Id, Ego, and Superego. The results of the study reveal that (1) there are similarities in the two literary works, namely actions against women, (2) differences in the main female characters in the two works, as Nayla has a different ego personality from Id. Meanwhile, Claudia in Teresa's short story is more dominant in personality I than following Ego. Comparative Literature, Psychology, Short Stories. Corresponds email 1810631080175@student.unsika.ac.id; dian.hartati@fkip.unsika.ac.id PENDAHULUAN Pelecehan merupakan tindakan melanggar norma agama yang penyimpangannya seringkali dianggap tabu. Pelecehan seksual terhadap perempuan biasanya dapat berupa ucapan maupun tindakan tidak terpuji yang dilontarkan secara sengaja guna mendapatkan kepuasan tersendiri bagi para pelakunya. Maraknya pelecehan terhadap perempuan, pelaku tidak lagi melihat usia baik seseorang tersebut dewasa atau anak-anak tingkat sekolah dasar sekalipun. Akibatnya respon yang berdamapak terhadap korban dalam menjalani kehidupan sehari-harinya pun akan sangat beragam. Misalnya, menimbulkan rasa trauma, rasa tidak aman, tidak percaya diri, atau sulit melakukan pemulihan dengan meditasi diri. Tidak jarang diantara para korban memilih bungkam dan mengungkapkan pengalaman buruk tersebut ke dalam tulisan. Karya sastra sering digunakan sebagai cara untuk menyampaikan ungkapan seorang penulis terhadap pikiran maupun perasaannya baik hal tersebut menceritakan masalah kehidupan pribadi maupun orang lain. Karya sastra pula dapat menjadi alat yang digunakan untuk merekam suatu