Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia p-ISSN: 2655-6227 Vol. 05, Nomor 02, April 2023 e-ISSN: 2656-8144 DOI http://dx.doi.org/10.36722/jpm.v5i2.1106 76 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bina Keluarga Bebas Stunting Di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor Jawa Barat Andi Muh Asrul Irawan 1* , Andi Mukramin Yusuf 1 , Zakia Umami 1 , Harna 2 , Prita Dhyani Swamilaksita 2 1 Program Studi Gizi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Al Azhar Indonesia, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110 2 Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul, Jl Arjuna Utara, Jakarta Barat 11510 Email Penulis Korespondensi: asrul.irawan@uai.ac.id Abstract The problem experienced by partners is the lack of knowledge about stunting. Tanah Sareal is one of the priority sub-districts in West Java for stunting cases. Based on the 2018 Basic Health Research, Bogor City is an area with higher cases of under five stunting than the Indonesian average of 34.07%. This can be due to the lack of knowledge about nutrition for children in the community. The purpose of this community service was to increase knowledge regarding stunting. The contributions and benefits obtained by partners are the use of instruments that have beendeveloped in the form of refrigerator stickers, videos and pocket books that contain messages to prevent stunting. In addition, partners receive assistance during the program. The stages of program implementation were starting from preparation, instrument development, stunting prevention, counseling, and mentoring for the BKBS program. The counseling was carried out on September 30, 2021 at the Tanah Cereal District office, Bogor City and was attended by 55 participants. The pre-post results showed that there was a significant increase in knowledge (p<0.05). This was expectedto motivate mothers of children under five to change attitudes regarding the growth and development of toddlers in preventing stunting. Keywords: Counseling, Nutrition Education, Stunting Abstrak Permasalahan yang dialami mitra adalah kurang pengetahuan tentang stunting. Kecamatan Tanah Sareal, merupakan salah satu Kecamatan di Jawa Barat yang menjadi prioritas penanganan stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, Kota Bogor merupakan daerah dengan kasusbalita pendek dan sangat pendek dengan tingkat lebih tinggi dibandingkan rata-rata indonesia sebesar 34,07%. Hal ini dapat disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang gizi bagi anak di masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu terkait stunting. Kontribusi dan manfaat yang diperoleh oleh mitra adalah penggunaan instrumen yang telah dikembangkan berupa tempelan kulkas, video dan buku saku yang berisi pesan cegah stunting. Selain itu, mitramemperoleh pendampingan selama program berlangsung. Adapun tahapan pelaksanaan program dimulai dari persiapan, pengembangan instrument, cegah stunting, penyuluhan, serta pendampingan program BKBS. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 30 September 2021 di kantor Kecamatan Tanah Sereal Kota Bogor dan dihadiri sebanyak 55 peserta. Hasil pre post menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan signifikan (p<0.05). Hal ini diharapkandapat memotivasi ibu balita untuk merubah sikap terkait tumbuh kembang balita dalam pencegahan stunting. Kata kunci: Edukasi Gizi, Penyuluhan, Stunting