This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License Licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License Jurnal Ketenagakerjaan Volume 18 No. 1, 2023 Online ISSN: 2722-8770 Print ISSN: 1907-6096 Modal Manusia dan Transisi Pemuda Fresh Graduates ke Sektor Digital di Masa Pandemi COVID-19 Feisal Sinaga Program Magister Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Universitas Indonesia Email Korespondensi: feisalsinaga@gmail.com Abstrak Pemuda dan digitalisasi memiliki peranan penting dalam pembangunan negara. Pemuda sebagai agen perubahan yang membawa ide baru dan inovasi, sedangkan digitalisasi membawa perubahan dalam hal efisiensi dan efektivitas yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan hambatan bagi pemuda dalam memasuki dunia kerja setelah sekolah (school to work transition), juga menjadi blessing in disguise dalam mengakselerasi adopsi teknologi dan menciptakan kesempatan kerja baru bagi pemuda karena membutuhkan keterampilan digital. Pemuda yang dianggap adaptif terhadap teknologi dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan partisipasi kerjanya melalui transisi pekerjaan ke sektor digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal manusia berupa pendidikan dan pelatihan yang dimiliki pemuda fresh graduates terhadap peluang untuk melakukan transisi pekerjaan ke sektor digital. Sumber data dan metode yang digunakan adalah hasil Sakernas Agustus 2021 dan regresi logistik multinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan mempengaruhi transisi pemuda ke sektor digital. Pemuda fresh graduates berpendidikan tinggi memiliki kecenderungan 1,491 kali lebih tinggi untuk melakukan transisi ke sektor digital. Partisipasi pada pelatihan bagi pemuda juga akan meningkatkan kecenderungan sebesar 1,525 kali bagi pemuda berpendidikan menengah dan 1,239 kali bagi pemuda berpendidikan tinggi untuk melakukan transisi ke sektor digital. Adanya partisipasi pada program Prakerja juga akan meningkatkan kecenderungan 1,314 kali untuk transisi ke sektor digital. Temuan lainnya menunjukkan bahwa semakin tinggi capaian pendidikan dan partisipasi pelatihan akan menurunkan kecenderungan pemuda fresh graduates untuk transisi ke sektor non-digital dan memilih menganggur, yang menandakan selaras dengan teori keputusan bekerja bahwa semakin tinggi investasi pendidikan dan pelatihan maka akan semakin meningkat juga reservation wage yang dimiliki. Kata Kunci: fresh graduates, school to work transition, digitalisasi DOI: 10.47198/naker.v18i1.190 Dikirim: 27-12-2022 Dipublikasikan: 01-04-2023 1. Pendahuluan Transformasi ekonomi digital dan pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan (Helsper & van Deursen, n.d.; López Peláez et al., 2020; Mishna et al., 2017). Hal