Valensi Vol. 2 No. 4, Mei 2012 (516-525) ISSN : 1978 - 8193 516 Penyerapan Ion Aluminium dan Besi dalam Larutan Sodium Silikat Menggunakan Karbon aktif Nurhasni 1 , Florentinus Firdiyono 2 , Qosim Sya’ban 3           !" e-mail: hasni_1806@yahoo.com Abstrak Telah dilakukan penelitian terhadap kemampuan karbon aktif sebagai adsorben untuk menyerap ion Al dan Fe dalam larutan sodium silikat. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan metode batch. Penentuan kondisi optimum meliputi massa adsorben, pH, waktu kontak dan temperatur larutan. Hasil analisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) menunjukkan efisiensi adsorpsi tertinggi oleh karbon aktif aktivasi HCl pada larutan sodium silikat mencapai 88,43% untuk ion Al dan 41,6% untuk ion Fe, sedangkan pada karbon aktif aktivasi H 2 SO 4 57,09 % untuk ion Al dan 35 % untuk ion Fe dan karbon aktif komersil menyerap ion Al sebesar 87,74% dan 11,35% untuk ion Fe. Kata kunci : Adsorpsi, Karbon aktif, Metode batch, SSA. Abstract The research done on the ability of activated carbon as adsorbent to adsorb the ions Al and Fe in solution of sodium silicate. This research was conducted in laboratory scale using batch method. Determination of optimum conditions include the mass of adsorbent, pH, contact time and temperature of solution. Results of analysis by Atomic Absorption Spectrofotometer (AAS) showed that highest adsorption efficiency on carbon activated by HCl in sodium silicate solution reached 88.43% for the ions Al and 41.6% for Fe ions, where as the carbon activated by H 2 SO 4 57.09 % for the ions Al and 35% for the ions Fe and commercial activated carbon to absorb the ions Al of 87.74% and 11.35% for Fe ions. Keywords : Adsorption, Activated carbon, batch method, SSA. 1. PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah antara lain energi surya, hal ini karena letak Indonesia yang berada di daerah tropis menerima sinar matahari yang melimpah. Akan tetapi pengembangan energi alternatif ini terbentur dengan mahalnya peralatan panel surya import. Peralatan panel surya tidak dapat diproduksi di dalam negeri karena ketersediaan silikon murni untuk bahan pembuatan panel surya belum mampu dibuat di Indonesia. Di lain pihak Indonesia memiliki potensi pasir kuarsa yang melimpah, namun pasir kuarsa tersebut tidak dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan silikon murni untuk panel surya dengan proses pencucian biasa. Untuk itu diperlukan terobosan proses pengolahan pasir kuarsa menjadi silika murni sebagai bahan baku pembuatan logam silikon dengan kemurnian tinggi. Diperlukan paling tidak logam silikon dengan kemurnian 99,999 % sebagai syarat bahan baku untuk panel surya (Stanitski, 2003).