270 JAMP: Jurnal Adminitrasi dan Manajemen Pendidikan Volume 1 Nomor 3 September 2018, Tersedia Online di http://journal2.um.ac.id/index.php/jamp/ ISSN 2615-8574 (online) PROSES PERUBAHAN STATUS MADRASAH SWASTA MENJADI MADRASAH NEGERI Ahmad Tohirin Mustiningsih Sultoni ahmadtohirin214@gmail.com Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang 65145 Abstract: This study aims to describe (1) the base of change of madrasah status, (2) the change process of madrasah status, (3) the arrangement of teachers and administrative staff after becoming a public madrasah, (4) infrastructure administration, and (5) impacts of the change. This study used qualitative approach with a case study design. Results indicate that the base of changes in the status, the change process in the school status infuenced organizational aspects including teachers, administrative staff and facilities. Keywords: change process, organizational madrasah status Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) dasar pelaksanaan perubahan status madrasah, (2) proses pelaksanaan perubahan status madrasah, (3) penataan guru dan tenaga kependidikan setelah menjadi madrasah negeri, (4) penataan sarana dan prasarana, dan (5) dampak perubahan status madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan dasar perubahan status madrasah, proses sekaligus berdampak pada aspek-aspek perubahan lainnya yaitu guru, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana. Kata Kunci: proses perubahan, status organisasi madrasah Perubahan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Perubahan dalam dunia manajemen dialami oleh organisasi akibat beberapa faktor pendorong baik secara eksternal maupun internal. Sekolah sebagai organisasi akan menghadapi tantangan-tantangan perubahan. Tanpa perubahan yang memadai suatu organisasi tidak akan bertahan lama. Perubahan yang dimaksud merupakan pergeseran dari keadaan sekarang suatu organisasi menuju pada keadaan yang diinginkan di masa yang akan datang guna meningkatkan efektivitas dan efsiensi. Sesuai yang dikemukakan oleh Winardi (2005: 2) “perubahan keorganisasian (organizational changed) merupakan tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, menuju ke kondisi masa yang akan datang yang diinginkan guna meningkatkan efektivitasnya”. Lembaga dan sumber daya yang terkait harus dapat menyesuaikan diri agar mereka dapat menjaga eksistensinya. Untuk dapat melakukan suatu perubahan, organisasi perlu melihat kondisi lingkungan di sekitarnya, sebagai kekuatan yang mempengaruhi strategi organisasi dalam jangka panjang. Stoner, dkk (dalam Supriyanto 2009:12), mengemukakan bahwa “secara umum organisasi memiliki lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal meliputi pegawai, pemegang saham, dan dewan direksi. Sedangkan pada lingkungan eksternal terdapat pelanggan, pemasok, pemerintah, kelompok khusus, media, serikat kerja, lembaga keuangan, dan pesaing”. Melihat hal tersebut lingkungan baik internal maupun eksternal dapat mempengaruhi sebuah organisasi dan siapa saja yang terkait di dalamnya. Hal : 270-278 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang