Jurnal ISTIQRA, Vol. 8, No. 2, Juli - Desember 2020 : 35 - 46 Jurnal Hasil Penelitian 35 BAHASA GAUL DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK (Studi Kasus E-Commerse Hiyya Colection) Nurwahida Alimuddin, Ibrahim Latepo nurwahida@iainpalu.ac.id, ibrahim@uindatokarama.ac.id UIN Datokarama Palu ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk bahasa gaul di media sosial facebook halaman e-commerse hiyya colection. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian desktiptif. Hasil penelitian menunjukkan bentuk bahasa gaul yang ditemukan di media sosial facebook halaman e-commerse Hiyya Colection ialah bahasa gauk dalam bentuk akronim seperti (gercep, salting dan slowmo, kemudian bentuk serapan yaitu kidal, o’on, omaygatt, dan gais. sementara dalam bentuk kontraksi yaitu bund, notif, congrats dan foll. Selain itu bahasa gaul dalam bentuk pemenggalan yaitu: gan, kak. Setiap bahasa gaul di media sosial facebook halaman e-commerse hiyya colectioan memiliki makna untuk menyatakan pujian, bersimpati, dan ajakan Kata Kunci: Bahasa Gaul, Media Sosial, Facebook PENDAHULUAN Dalam catatan yang dikumpulkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam Pratomo (Pratomo, 2019) menyebutkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia tumbuh sebesar 10,12 persen. Jumlah pengguna Internet Indonesia di Tahun 2019 yaitu 171 juta orang atau sekita 65 persen dari jumlah penduduk Indonesia saat yaitu 264 juta jiwa (APJII, 2019). Sedangkan dalam catatan Pratnyawan (Pratnyawan, 2019) menyebutkan bahwa jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 20 persen di tahun 2019 yakni mencapai 150 juta pengguna. Melihat data di atas, peneliti menyimpulkan bahwa masyarakat di Indonesia, khususnya para remaja saat ini adalah pengguna aktif internet dengan konten media sosial. Meningkatnya perkembangan teknologi dan informasi ini juga membuat perilaku komunikasi masyarakat banyak perubahan. Dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Wijaya dan Godwin dalam Selviana (Selviana, 2020) menyebutkan bahwa aktivitas jejaring sosial seperti facebook dan twitter memberikan pengaruh dalam kehidupan dunia nyata pada remaja. Seperti penggunaan situs jejaring sosial sebagai media pertemanan, bertukar informasi, memperluas wawasan, bahkan bisnis online yang dapat memberikan keuntungan secara materi. Sementara dalam penelitian yang dilakukan oleh Sponcil dan Gitimu (Sponcil & Gitimu, 2013) menyebutkan bahwa