Volume VIII, No.2, April 2023 Hal 6018 - 6025 6018 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Analisis Kebisingan Akibat Arus Lalu Lintas Pada SMP Negeri 1 Julok Aceh Timur Syahrizal 1 , Nova Purnama Lisa 2* , Nina Fahriana 3 1,2,3 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Samudra, Langsa Indonesia *Koresponden email: novapurnama@unsam.ac.id Diterima : 28 Maret 2023 Disetujui : 15 April 2023 Abstract Transportation is a movement or movement of both people and goods from a place of origin to a destination. The transfer or movement of course uses a means of transportation in the form of a vehicle whose operation causes such as the sound of an engine coming out through the exhaust or the horn of the vehicle, which is a disturbance or pollution called noise. How to determine the noise status of classrooms based on predetermined zones and how solutions to ongoing noise levels can be reduced so that the teaching and learning process is not disturbed. The purpose of the study is to realize a tool to analyze noise levels in SMP Negeri 1 Julok, East Aceh Regency, determine the noise status of classrooms based on predetermined values to determine the noise level of the research results and determine noise solutions that take place so that the teaching and learning process is not disturbed. The research was conducted using quantitative methods. Conducted by direct survey to SMP Negeri 1 Julok. The results of the research are the noise level of the first location is 71.45 dB, the noise level of the second location is 69.10 dB, the noise level of the third location is 55.97 dB. From the conclusion that these three locations are noisy because they pass the provisions that have been determined based on the Decree of the Minister of the Environment No: Kep. Men (48/MEN.LH/11/1996) the standard noise level for school areas and the like that is allowed is 55 dB. Keywords: noise analysis, noise level, SMP Negeri 1 Julok, sound level meter. Abstrak Transportasi merupakan suatu pergerakan atau perpindahan baik orang maupun barang dari suatu tempat asal ke suatu tujuan. Perpindahan atau gerakan tersebut tentu saja menggunakan sarana pengangkutan berupa kendaraan yang pengoperasiannya menimbulkan seperti suara mesin yang keluar melalui knalpot maupun klakson kendaraan tersebut sudah merupakan suatu gangguan atau polusi yang disebut kebisingan. Bagaimana menentukan status kebisingan ruang kelas berdasarkan zona yang telah ditentukan dan bagaimana solusi terhadap tingkat kebisingan yang berlangsung dapat dikurangi sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu. Tujuan dari penelitian yaitu merealisasi alat untuk menganalisis tingkat kebisingan di SMP Negeri 1 Julok Kabupaten Aceh Timur, menentukan status kebisingan ruang kelas berdasarkan nilai yang telah di tentukan untuk menentukan tingkat kebisingan terhadap hasil penelitian dan menentukan solusi kebisingan yang berlangsung sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Dilakukan dengan survei langsung ke SMP Negeri 1 Julok. Hasil dari penelitian yaitu tingkat kebisingan lokasi pertama 71,45 dB, tingkat kebisingan lokasi kedua 69,10 dB, tingkat kebisingan lokasi ketiga 55,97 dB. Dari kesimpulan ketiga lokasi ini bising karena melewati ketentuan yang telah di tentukan berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup No: Kep. Men (48/MEN.LH/11/1996) baku tingkat kebisingan untuk wilayah sekolah dan sejenisnya yang diizinkan yaitu sebesar 55 dB. Kata Kunci : analisis kebisingan, tingkat kebisingan, SMP Negeri 1 Julok, sound level meter 1. Pendahuluan Semakin tinggi pengguna jasa transportasi di wilayah perkotaan menyebabkan padatnya lalu lintas pada wilayah tersebut semakin meningkat. Tingginya intensitas kendaraan yang melintas di jalan raya kota tentunya mempunyai dampak lingkungan di sepanjang jalan yang dilewati kendaraan [13]. Transportasi merupakan suatu pergerakan atau perpindahan baik orang maupun barang dari suatu tempat asal ke suatu tujuan. Perpindahan atau gerakan tersebut tentu saja menggunakan sarana pengangkutan berupa kendaraan yang dalam pengoperasiannya menimbulkan suara-suara seperti suara mesin yang keluar melalui knalpot maupun klakson kendaraan tersebut sudah merupakan suatu gangguan atau polusi yang disebut kebisingan [12].