Muhammad Fiqri, SNTEM, Volume 2, November 2022, hal. 76-82 76 EVALUASI PERENCANAAN REKOMPLESI PADA SUMUR “X” DI LAPANGAN SANGATTA Muhammad Fiqri 1* , Purnomosidi 1 , Bambang Yudho Suranta 1 1 Teknik Produksi Migas, PEM Akamigas, Jl. Gajah Mada No.38, Mentul, Karangboyo, Kec. Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, 58315 *E-mail: fiqri31072018@gmail.com ABSTRAK Rekomplesi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah sumur pada zona produksinya. Dalam kegiatan komplesi atau rekomplesi terdapat pekerjaan perforasi. Dalam kenyatan nya dilapangan sumur sangat tidak stabil kondisinya, setiap saat pasti terjadi perubahan status sumur, apalagi sumur yang memiliki umur yang tua atau brown field. Untuk itu perusahaan perlu merencanakan well program rekomplesi untuk sumur “X” pada lapisan lapisan yang masih memiliki kandungan minyak. Data dari hasil logging merupakan data yang sangat dibutuhkan untuk menentukan lapisan mana yang masih memiliki cadangan minyak untuk di rekomplesi. Rekomplesi dilakukan untuk menambah laju produksi dari sumur “X”dengan cadangan minyak yang terkandung pada lapisan q-1 dan q-2 sebanyak 4,8 MSTB. Diperlukannya penyusunan perencanaan rekomplesi dengan sangat amat baik, sehingga program dapat dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Kata kunci: Well Completion,well program, rekomplesi, data logging 1. PENDAHULUAN Rekomplesi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah sumur pada zona produksinya. Dalam kegiatan komplesi atau rekomplesi terdapat pekerjaan perforasi. Dalam kenyatan nya di lapangan sumur merupakan suatu hal yang sangat tidak stabil kondisinya, setiap saat pasti terjadi perubahan status sumur, apalagi sumur yang memiliki umur yang tua atau brown field. Maka dari itu perawatan sumur, perbaikan serta perombakan sumur perlu dilakukan agar status sumuran atau kondisi sumur tetap terjaga seperti yang di inginkan. Berbagai permasalahan sumur atau well problem lumrah terjadi selama proses produksi minyak atau gas, hal ini dapat terjadi dikarenakan faktor alam ataupun kesalahan teknis selama proses produksi. Seperti halnya water conning dan gas conning dapat terjadi apabila rate produksi mencapai maksimal dan dilakukan secara konstan/ terus menerus. Di karenakan faktor sapuan air atau laju migrasi air cenderung lebih cepat dari minyak maka air cenderung masuk lebih dahulu kedalam lubang sumur, sehingga minyak cenderung tertahan dan inilah peristiwa water conning. Hal inilah yang menjadikan pembacaan water cut tinggi selain water conning, produksi air dapat terjadi apabila kandungan minyak di reservoir yang kita produksi telah berkurang dan mekanisme pendorong reservoir tersebut adalah water drive, maka water level akan bergerak naik sehingga air terproduksi atau terangkat. Bertujuan untuk mengidentifikasi proses perencanaan rekomplesi sumur, mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kegiatan perforasi dan hasil perforasi berdasarkan parameter keberhasilan kegiatan perforasi, dan mendapatkan hasil evaluasi kegiatan perencanaan rekomplesi[1].