Azkia: Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam P.Issn: 1907-5553 | E.Issn: 2047-2787 Vol. 19. No.2, Desember 2022 | Hal 16-33 http://journal.stitalhilalsigli.ac.id/index.php/azkia 16 KISAH AṢḤᾹB AL-JANNAH DALAM AL-QUR’AN (Q.S AL-QALAM AYAT 17-33) Alfattiah Aldin STIT Al-Hilal Sigli, Aceh Alfattiah@gmail.com ABSTRACT The story discussed in this study is the story of the garden owner in the Qur'an, this story is contained in Surah al-Qalam verses 17-33 about the garden owner who does not want to share with the poor. This resulted in, Allah swt destroy the garden. The formulation of the problem in this study is how 'ibrah is from the story of the garden owner and how is the relevance of the story of the garden owner in Surah al-Qalam verses 17-33 in the present context. The method used is the method (taḥlīlī) and descriptive-analysis. From the results of this study, the author concludes that, 'ibrah and the relevance of the story to the present context are (1) Arrogant people must be harmed. (2) Greedy and miserly people do various tricks to get as much wealth as possible even though it is at the expense of or oppressing others. (3) People who are arrogant and do deceit will surely be disappointed and regretful. (4) The importance of advising each other in dealing with various problems in life. (5) As well as realizing mistakes, immediately repent and expect His grace to give peace in life. ABSTRAK Kisah yang dibahas dalam penelitian ini adalah kisah pemilik kebun dalam Al-Qur’an, kisah ini terdapat dalam surah al-Qalam ayat 17-33 mengenai pemilik kebun yang tidak mau berbagi dengan fakir miskin. Hal ini mengakibatkan, Allah Swt hancurkan kebun tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana‘ibrah dari kisah pemilik kebun dan bagaimana relevansi kisah pemilik kebun surah al-Qalam ayat 17-33 tersebut dalam konteks kekinian. Metode yang digunakan adalah metode (taḥlīlī) dan deskriptif-analisis. Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa, ‘ibrah dan relevansi dari kisah tersebut dengan konteks kekinian adalah (1) Orang sombong pasti celaka. (2) Orang tamak dan bakhil melakukan bermacam-macam tipu daya untuk memperoleh harta sebanyak- banyaknya meskipun dengan merugikan atau menzalimi orang lain. (3) Orang sombong dan melakukan tipu daya pasti akan kecewa dan menyesal. (4) Pentingnya saling menasihati sesama dalam menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan. (5) Serta menyadari kesalahan, segera bertobat dan mengharapkan anugerah-Nya dapat memberikan ketenangan dalam kehidupan. Kata kunci: Kisah, al-Qalam ayat 17-33 PENDAHULUAN Kandungan Al-Qur’an tentang sejarah atau kisah-kisah disebut dengan istilah qiṣaṣ al-Qur’ān (kisah-kisah Al-Qur’an). Bahkan ayat-ayat yang berbicara tentang kisah jauh lebih banyak ketimbang ayat-ayat yang berbicara tentang hukum. Hal ini memberikan isyarat bahwa Al-Qur’an sangat perhatian terhadap masalah kisah, yang memang di dalamnya