Wahana Kreatifitas Pendidik Vol. I No. 1 Th. 2018 34 PENINGKATAN SIKAP KERJASAMA PADA MATERI KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA MELALUI DISCOVERY LEARNING DENGAN SISTEM AGEN PENEMU SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 11 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Susi Ratnawati, S.Pd Guru SMP Negeri 11 Kota Madiun Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah discovery learning dengan sistem agen penemu dapat meningkatkan sikap kerjasama siswa kelan VIIB semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 SMP Negeri 11 Madiun untuk pelajaran IPA dengan materi pokok klasifikasi materi dan perubahannya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus masing-masing siklus tiga pertemuan. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Untuk mengetahui sikap kerjasama siswa, dilihat dari hasil observasi saat pembelajaran, dokumentasi dan catatan lapangan cukup. Dimana sebelum diadakan tindakan adalah 2,00 dalam kategori Setelah diadakan tindakan perbaikan nilai rata-rata kerjasama siswa Didapatkan hasil rata-rata nilai sikap kerjasama pada siklus I yaitu 3,20 dengan predikat baik. Rata-rata nilai sikap kerja sama pada siklus II yaitu 3,50 dengan predikat sangat baik. Hal ini berarti ada peningkatan nilai sikap kerjasama siswa sebesar 9, 38. Kata kunci: sikap kerjasama, discovery learning, agen penemu LATAR BELAKANG Karakteristik kurikulum 2013 diantaranya adalah mengembangkan keseimbangan antara sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan, serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan penerapan model pembelajaran yang berbasis saintifik. Model pembelajaran harus mampu menghasilkan sense of inquiry dan kemampuan berfikir kreatif siswa. Model pembelajaran harus mampu menghasilkan kemampuan untuk belajar, bukan hanya diperoleh sejumlah pengetahuan, keterampilan dan sikap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana hal itu diperoleh siswa. Salah satu model pembelajaran yang disarankan dalam Kurikulum 2013 adalah discovery learning. Discovery learning mempunyai 3 karakteristik yaitu peran guru sebagai pembimbing, siswa belajar secara aktif sebagai seorang ilmuwan dan bahan ajar disajikan dalam bentuk informasi, siswa melakukan kegiatan menghimpun, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis serta membuat kesimpulan. Tahapan dalam discovery meliputi 6 hal yaitu stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian dan menarik kesimpulan (Sunardi,2016:21). Dengan kata lain discovery learning penuntun siswa untuk menemukan konsep dengan langkah-langkah tertentu. Istilah “menemukan” memiliki makna yang tinggi sehingga jika siswa berhasil “menemukan” maka akan timbul rasa bangga dalam dirinya. Hal ini penting karena kebanggaan menimbulkan kepercayaan diri untuk melakukan hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Dalam melaksanakan tahapan discovery learning diperlukan sikap kerjasama antar anggota kelompok agar dapat mencapai tujuan akhir yaitu membuat kesimpulan dengan benar. Kesimpulan yang benar merupakan cerminan dari konsep hasil temuan yang benar. Namun dalam penerapan discovery learning di SMP Negeri 11 Madiun, khususnya kelas 7B, terdapat kendala/permasalahan. Pada saat tahap pengumpulan dan pengolahan data, pembuktian dan penarikan kesimpulan, masih terdapat siswa yang kurang peduli, tidak melaksanakan tugas secara kolaboratif, kurang berperan aktif, hanya menunggu hasil yang diperoleh anggota kelompok yang lain. Dengan kata lain, sikap kerjasama belum terbangun dengan baik walaupun sudah diterapkan discovery learning. Jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi kesenjangan kemampuan. Siswa yang pandai semakin pandai, sedangkan siswa yang kurang akan semakin terbelakang. Siswa yang rajin semakin rajin dan siswa yang malas semakin malas. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti menerapkan discovery learning dengan sistem agen penemu. Maksud dari sistem agen penemu adalah pembagian tugas yang jelas dalam kelompok yang memposisikan masing-masing siswa sebagai CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Journal Online Kota Madiun