Multitek Indonesia Vol. 7, No. 1 Juni 2013 21 ANALISA TUJUAN BEROBAT PASIEN BERDASARKAN JENIS PENYAKIT (ICD) MENGGUNAKAN TEKNIK DATA MINING ASSOCIATION RULES DENGAN ALGORITMA CLUSTERING EDY KURNIAWAN Email: kurniawardana@gmail.com Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo ABSTRAK Rekam medis atau biasa di sandikan dalam bidang kesehatan adalah ICD (International Calssification Diseases) merupakan rekaman dari riwayat pasien yang melakukan pengobatan di rumah sakit maupun balai pengobatan lainnya. Perkembangan ICD saat ini sudah mencapai level ICD-10. Hasil dari rekam medis tersebut saat ini meripakan tumpukan data yang belum diolah. Tumpukan data yang ada (rekam medis) saat ini difungsikan sebagai rujukan untuk mengambi tindakan terhadap pasien apabila di kemudian hari mengalami gangguan kesehatannya. Rekam medis saat ini sudah menjadi kegiatan rutinitas Rumah sakit ataupun puskesmas dan juga balai pengobatan lainnya yang mempunyai ijin praktek dari ikatan dokter indonesia. Dari rutinitas ini pada dasarnya bisa diambil informasi yang sangat besar dari hasil rekam medis yang selama ini hanya sebagai tumupukan data yang selalu bertambah setiap harinya. Data mining adalah solusi untuk mencari informasi yang terkandung dalam aktifitas rekam medis tersebut. Banyak informasi yang bisa diambil dari tumpukan data ICD di sebuah rumah sakit. Dari hasil pengolahan rekam medis tersebut bisa di cari pola penyakit yang di derita seseorang maupun di dasarkan dari wilayah asal pasien. Aplikasi Weka merupakan pembantu dalam penggalian tumpukan data yang saat ini hanya menjadi arsip saja. Rumah sakit Aisiyah merupakan subjek yang digunakan peneliti untuk melakukan pengolahan data tersebut dan kemudian untuk dicarikan pola dari penyakit pasien berdasarkan pada wilayah, jenis kelamin, dan klasifikasi umur. Kata kunci: Rekam medis, ICD, dan rumah sakit. PENDAHULUAN Bahasa medis yang biasa dilakukan oleh dokter dalam melakukan diagnosa kemudian memberikan tindakan atas penyakit yang diderita pasien berupa bahasa kedokteran (rekam medik) yang selanjutnya hasil tersebut di kodekan oleh seorang ahli rekam medis menjadi kode- kode ICD. Kode ini adalah bahasa standart yang bisa digunakan oleh semua dokter meskipun bukan dokter spesialis untuk membacanya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku pada kode tersebut (ICD). ICD- 10: "International Calssification diseases” dirancang untuk menyamakan perbandingan secara internasional, pengolahan pengelompokan klasifikasi, serta menyajikan statistik mortalitas dan morbiditas. Analisa situasi kesehatan secara umum dan pengelompokan penyakit, pemantauan kejadian dan masalah kesehatan dalam suatu kelompok yang berkaitan dengan variabel, seperti karakteristik dan individu yang terkena penyakit, sumber daya manusia, kualitas dan pedoman layanan Berdasarkan model konsep analisis ditunjukkan solusi praktis dalam aturan pengkodean ICD. Arah masa depan dari penelitian ini adalah menggabungkan model sematik yang komprehensif dalam proses formalisasi, pengembangan variabelnya untuk mendukung pelengkapan