Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol.22 No.2 2022 e-issn : 2622-6960, p-issn : 0854-624X 379 IDENTIFIKASI PROTOZOA PADA AIR KOLAM RENANG Identification Of Protozoa In Swimming Pool Water Sri Wahyuni, Herlina Muin, Rahmat Zarkasyi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare sriwahyuni00307@gmail.com ABSTRACT Protozoa are animal-like protists that are cellular in microscopic size. Water users in recreational facilities such as swimming pools are at high risk of disease caused by pathogenic microorganisms, one of which is Cryptospiridium sp and Giardia sp. The purpose of this study was to determine whether there were aquatic protozoa in the swimming pool. This study used a descriptive method with an observational design, namely taking and examining water samples in the swimming pool. The population in this study is Swimming Pool Water in Pinrang Regency. The instruments used in this research are dropper, microscope, object glass, deck glass. While the material used is water in the swimming pool. Data analysis in this study The results of laboratory tests will be presented in tabular form and then narrated descriptively. With the results of research that has been carried out on 3 samples of pond water, 2 negative results, which means that the sample does not contain Protozoa and 1 positive which means that there are Cryptosporidum sp and Giardia sp. Which can cause health problems such as acute gastrointestinal disorders in the form of diarrhea, abdominal pain or cramps, dehydration, nausea, vomiting, and weight loss. Keywords : Pond Water, Cryptosporidium sp, Giardia Sp ABSTRAK Protozoa merupakan protista yang menyerupai hewan yang bersifat seluler dalam ukuran mikroskopis. Pengguna air pada sarana rekreasi seperti kolam renang beresiko tinggi terkena penyakit akibat mikroorganisme bersifat patogen, salah satunya patogen jenis Cryptospiridium sp dan Giardia sp. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat Protozoa air pada kolam renang, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain observasional yaitu melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel air pada kolam renang. Populasi dalam penelitian ini adalah Air Kolam Renang yang ada di Kabupaten Pinrang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pipet tetes, mikroskop, objek glass, deck glass. Sedangkan bahan yang digunakan adalah air pada kolam renang. Analisis data dalam penelitian ini Hasil uji laboratorium akan disajikan dalam bentuk tabel lalu dinarasikan secara deskriptif. Dengan hasil penelitian yang telah di lakukan pada 3 sampel air kolam diperoleh hasil 2 negatif yang berarti sampel tersebut tidak terdapat Protozoa dan 1 positif yang berarti terdapat Protozoa air jenis Cryptosporidum sp dan Giardia sp. Yang dapat menyebabkan gangguan Kesehatan seperti gastrointestinal akut berupa diare berair, nyeri atau keram perut, dehidrasi, mual, muntah, serta penurunan berat badan. Kata Kunci : Air Kolam, Cryptosporidium sp, Giardia Sp. PENDAHULUAN Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa air di fasilitas rekreasi seperti kolam renang potensial tidak aman dan tercemar sehingga dapat menyebabkan infeksi paparan bahan kimia berbahaya, cedera, dan bahkan kematian pada manusia. Infeksi yang ditularkan melalui air menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan di dunia, menyebabkan lebih dari 2,2 juta kematian setiap tahunnya. Setiap hari, infeksi ini menyebabkan kasus penyakit gastrointestinal dan diare. Secara global, dari tahun 1991 hingga 2008 tercatat 11% wabah penyakit tersebut disebabkan oleh parasit, dan wabah yang disebabkan oleh parasit Protozoa adalah penyebab utama 1,7 miliar kasus diare. Beberapa studi menunjukkan timbulnya wabah penyakit yang berhubungan dengan parasit Protozoa dan salah satunya ditularkan melalui air kolam renang. Pada tahun 2015–2017, terdapat total 90 wabah terkait air pada area rekreasi di Amerika Serikat, dengan perolehan setidaknya 1.788 kasus, 95 rawat inap, dan satu kematian. Di Asia Tenggara, pada beberapa tahun terakhir, penelitian yang berhubungan dengan parasit Protozoa di berbagai sumber air telah dilakukan meskipun dalam jumlah sedikit. Penemuan ookista Cryptosporidium sp. dan kista Giardia sp. dalam sampel air kolam renang di Cavite, Filipina diduga akibat kontaminasi parasit yang tidak bisa dihilangkan dengan klorinasi. Parasit Protozoa juga ditemukan dalam air pada beberapa tempat rekreasi yang tidak diolah di Malaysia dan Thailand. Di Indonesia, informasi mengenai keberadaan parasit Protozoa seperti Cryptosporidium sp. masih sangat terbatas. Beberapa studi menunjukkan timbulnya wabah penyakit yang berhubungan dengan parasit Protozoa dan salah satunya ditularkan melalui air kolam renang. Pada tahun 2015– 2017, terdapat total 90 wabah terkait air pada area rekreasi di Amerika Serikat, dengan jumlah 1.788 kasus, 95 rawat inap, dan satu kasus meninggal dunia. Di Asia Tenggara, pada beberapa tahun terakhir, penelitian yang berhubungan dengan parasit Protozoa di