Copyright © The Author(s) 2023
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, Vol. 6, No. 1, January – April 2023
https://doi.org/10.30605/jsgp.6.1.2023.2375
52
Implementasi Problem Based Learning Berbasis E-LKPD
Interaktif Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
Peserta didik
Rike Widya Lestari
1*
, Fahdian Rahmandani
2
1, 2
Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
* rikewidyalestari@gmail.com
Abstract
This article discusses the selection of interactive E-LKPD based Problem Based Learning
in the learning process as a form of learning that becomes students in the 21st century.
This research was carried out in line with student development and curriculum renewal in
Indonesia. The application of Interactive E-LKPD based Problem Based Learning to
students in this study aims to improve students' communication competence, especially in
Pancasila Education subjects. The methodology used is classroom action research. Data
acquisition was obtained by observation techniques and teacher's diary notes. This study
uses inductive data analysis techniques. The results obtained for three cycles in this study
were based on Problem Based Learning based on Interactive E-LKPD which was effective
for increasing students' communication competence. The findings faced by researchers in
the implementation of interactive E-LKPD-based Problem Based Learning are that
researchers must divide study groups evenly according to the number of students,
gender and ability level of students, and monitor each group on a regular basis to
determine the stage of development of students.
Keywords: Problem Based Learning, E-LKPD, Interaktif, Kemampuan Komunikasi, PTK
Pendahuluan
Pendidikan merupakan variabel utama yang dapat menggambarkan kualitas sumber daya
manusia (SDM) pada suatu bangsa. Kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang
tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
merupakan salah satu dari empat tujuan yang hendak diwujudkan oleh bangsa Indonesia.
Fokus terhadap pendidikan dilakukan oleh pemerintah dengan melakukan berbagai upaya dan
terus bersinergi dengan berbagai komponen dalam bidang pendidikan untuk bersama-sama
menjadikan kualitas anak-anak bangsa yang unggul. Pada era saat ini, guru dituntut untuk
mengembangkan hardskill dan softskill peserta didiknya agar siap terjun ke dunia kerja serta
siap untuk berkompetisi (Septikasari et al., 2018). Kualitas pendidikan di sekolah dapat
ditentukan melalui program-program maupun desain pembelajaran yang dilakukan untuk
menunjang terselenggaranya proses pembelajaran. Guru merupakan garda terdepan yang
bertanggung jawab terhadap terselenggaranya proses pembelajaran bersama peserta didik.
Guru merupakan indikator kunci dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran
dalam ranah pendidikan (Kusumah et al., 2020).
Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, seorang guru wajib untuk menentukan
desain pembelajaran yang akan dilaksanakan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran
merupakan tahapan yang dilalui oleh guru dan peserta didik demi mencapai tujuan
pembelajaran yang telah direncanakan (Wahid, 2018). Strategi pembelajaran yang