Prosiding Seminar Nasional Biotik 2017 ISBN: 978-602-60401-3-8 222 KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI ZONA LITORAL LHOK SEUDU LEUPUNG ACEH BESAR Cut Pah Nurul Asiah 1) M. Ali Sarong 2) , dan Samsul Kamal 3) 1,2,3) Program Studi Pendidikan Biologi FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh Email: cutpah2anake@gmail.com ABSTRAK Gatsropoda merupakan hewan lunak dari filum Mollusca yang berjalan dengan perut (gaster) dan tubuhnya yang lunak dilindungi oleh cangkang yang tersusun dari zat kapur. Tujuan penelitian ini adalah untuk; mengetahui jenis gastropoda yang terdapat di zona litoral Lhok Seudu Leupung Aceh Besar; dan mengetahui tingkat keanekaragaman gastropoda di zona litoral Lhok Seudu Leupung Aceh Besar. Rancangan penelitian yang digunakan untuk memperoleh data lapangan, yaitu dengan menggunakan metode transek kuadrat. Pengambilan sampel secara purposive sampling pada zona litoral Lhok Seudu Leupung Aceh Besar. Lokasi penelitian dibagi menjadi 4 stasiun pengamatan dan masing-masing titik pengamatan terdiri dari 5 line Transek, dan setiap Line transek diletakkan 5 plot berukuran 1m x 1m. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 20 spesies gastropoda yang terdiri dari 5 ordo. Keanekaragaman gastropoda di zona litoral Lhok Seudu Leupung Aceh Besar tergolong rendah dengan indeks keanekaragaman Ĥ = 0,9604. Kesimpulan penelitiaan ini adalah; 1) Jenis Gastropoda yang terdapat di Zona Litoral Lhok Seudu Leupung Aceh Besar,terdiri dari 20 jenis dari 5 ordo, yaitu ordo Archeogastropoda, Mesogastropoda, Neogatropoda, Neritimorpha, dan Patellogastropoda; 2) Keanekargaman Spesies Gastropoda yang Terdapat di Zona Litoral Lhok Seudu Leupung Aceh Besar tergolong rendah. Kata Kunci: Gastropoda, Keanekaragaman, Zona Litoral Lhok Seudu. PENDAHULUAN astropoda merupakan hewan Invertebrata yang memiliki tubuh lunak, yang menggunakan perut sebagai kaki. Gastropoda termasuk salah satu kelompok hewan yang memiliki jumlah terbesar dalam dunia hewan. Jumlah spesies Gastropoda yang masih hidup ± 50.000 spesies atau mencapai 60 % dari hewan laut, dan 15.000 spesies telah menjadi fosil (Adun Rusyana, 2011). Gastropoda memiliki alat gerak berupa otot yang berkontraksi saat melakukan pergerakan. Tubuh Gastropoda secara umum terdiri dari otot, meliputi otot pada bagian ventral tubuhnya, yang digunakan sebahgai alat gerak sehingga hewan ini disebut hewan yang berjalan dengan perut. Pergerakan Gastropoda relatif sangat lambat, sehingga jangkauan perpindahan hewan ini masih dalam jarak yang dekat. Meskipun pergerakan hewan ini lambat, akan tetapi Gastropoda mempunyai kemampuan adaptasi yang sangat baik, karena tubuhnya dilindungi oleh cangkang yang tersusun dari zat kapur. Sebagian dari anggota Gastropoda memiliki operkulum yang merupakan penutup ruang keluar tubuh Gatropoda yang hidup di perairan tertentu (Andhika Rahkmanda, 2011). Kemampuan adaptasi gastropoda yang tinggi memberi pengaruh terhadap keberadaannya di suatu daerah. Adanya kemampuan adaptasinya, maka Gastropoda menyebar luas di bumi mulai dari puncak gunung, sungai, danau, daratan, zonalitoral pantai hingga pada kedalaman tertentu. Gastropoda umumnya banyak terdapat di pinggir pantai terutama di zona sublitoral dengan berbagai spesies. Gastropoda banyak terdapat pada pantai dengan tingkat pencemaran yang masih dapat ditolerir oleh spesies Gastropoda. Zona perairan yang paling banyak terdapat spesies gastropoda adalah pada zona litoral, termasuk zona litoral Lhok Seudu Leupung Aceh Besar. Hasil obserasi yang