P-ISSN 2087-0051 E-ISSN 2622-7061 Vol. 21 No. 2 Tahun 2022 37 Penggunaan Casein Phospopeptide Amorphous Calsium Phosphate (CPP-ACP) Terhadap Perubahan pH Saliva Pada Warga Binaan Rutan Kelas IIB Kolaka, Sulawesi Tenggara Hans Lesmana 1 , K Rini Irmayanti Sitanaya 2 , Surya Irayani Yunus 3 , Badai Septa 4 , Novia Hadrin 5 1,2,3,4 Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Makassar Email Penulis Korespondensi ( K ): rini_sitanaya@poltekkes-mks.ac.id ABSTRAK Proses demineralisasi permukaan gigi yang mengakibatkan karies dapat disebabkan oleh penurunan derajat keasaman (pH) secara berulang-ulang dalam waktu tertentu. Casein phosphopeptide amorphous calcium phosphate (CPP- ACP) pasta dapat digunakan sebagai bahan untuk proses remineralisasi dan berpengaruh dalam peningkatan pH saliva, sehingga pH saliva dapat menjadi netral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan casein phospopeptide – amorphous calsium phosphate (CPP- ACP) pasta terhadap pH saliva pada warga binaan rutan kelas IIB Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain pretest-posttest one group. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling yaitu warga binaan Rutan Kelas IIB Kolaka pada blok 2 kamar 10 dengan 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pH saliva responden sebelum dan sesudah penggunaan casein phospopeptide – amorphous calsium phosphate (CPP-ACP) pasta dengan p value 0,004 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa casein phosphopeptide amorphous calcium phosphate (CPP-ACP) pasta efektif terhadap perubahan pH saliva menjadi netral. Kata kunci : Casein Phosphopeptide Amorphous Calcium Phosphate (CPP- ACP); pH Saliva; Saliva ABSTRACT The process of demineralization of the tooth surface that causes caries can be caused by a decrease in the degree of acidity (pH) repeatedly over a certain period of time. Casein phosphopeptide amorphous calcium phosphate (CPP-ACP) paste can be used as an ingredient for the remineralization process and has an effect on increasing salivary pH, so that the salivary pH can be neutral. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of casein phospopeptide – amorphous calcium phosphate (CPP-ACP) paste on salivary pH in inmates of Class IIB Kolaka detention center. The research method used is a pre-experiment with an one-group pretest-posttest design. The research sample was obtained using a purposive sampling technique, namely the inmates of the Rutan IIB Kolaka in block 2, room 10 with 10 respondents. The results showed that there was a significant difference in the salivary pH of respondents before and after using casein phosphopeptide – amorphous calcium phosphate (CPP-ACP) paste with a p value of 0.004 (<0.05), so it can be concluded that casein phosphopeptide amorphous calcium phosphate (CPP-ACP) paste is effective against changes in salivary pH to neutral. Keywords : Casein Phosphopeptide Amorphous Calcium Phosphate (CPP-ACP); Salivary; pH Saliva PENDAHULUAN Berdasarkan data Riskesdas 2018, masalah gigi dan mulut terbanyak di Indonesia yaitu karies. Angka karies gigi secara nasional sebanyak 45,3%, sedangkan di Sulawesi Tenggara angka karies gigi mencapai 51,9%. (Riskesdas, 2018). Dan untuk daerah Kolaka angka karies gigi mencapai 53,8% (Sultra, 2018). Karies adalah suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu email, dentin, dan sementum yang diakibatkan adanya kegiatan mikroorganisme dalam suatu karbohidrat yang dapat difermentasikan (Kidd, E.A.M, 2013). Faktor yang mempengaruhi terjadinya proses karies yaitu, gigi dan saliva, mikroorganisme, sisa makanan, dan waktu (Sariningsih, 2012). Saliva merupakan bagian terpenting dalam melindungi gigi terhadap pengaruh luar maupun dari dalam rongga mulut, fungsi dari saliva yaitu melindungi jaringan rongga mulut dengan membersihkan secara mekanis sehingga akumulasi plak, lubrikasi berkurang dan sebagai buffer (Rahayu, 2018). pH saliva dikatakan normal apabila mencapai angka 7, karena tidak ada keasaman atau basa dalam larutan dan apabila mencapai angka kurang lebih 5,5 maka dikatakan