JMI Vol. 44 No. 1, Juli 2022 METAL INDONESIA Journal Homepage: http://www.jurnalmetal.or.id/index.php/jmi p-issn: 0126-3463 e-issn: 2548-673X ANALISIS LAJU KOROSI BAJA A36 DALAM MEDIA AIR LAUT HASIL PROSES PENGELASAN METODE FCAW DENGAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN CORROSION RATE ANALYSIS OF A36 STEEL IN SEA WATER MEDIA RESULTS OF THE FCAW METHOD WELDING PROCESS WITH VARIATION OF IMMERSION TIME Fauzi Widyawati *,1 , Syamsul Bahtiar 1 , Syamsul Hidayat 2 , Supianto Cibro 1 1 Program Studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral, Universitas Teknologi Sumbawa 2 Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral, Universitas Teknologi Sumbawa Jl. Olat Maras Moyo Hulu 84371 West Nusa Tenggara West Nusa Tenggara * e-mail : fauzi.widyawati@uts.ac.id Abstrak Air laut merupakan media korosi yang paling mudah mengkorosi material, terutama baja. Pada industri perkapalan, sebagian besar konstruksi kapal terbuat dari material baja yang akan kontak langsung dengan air laut dalam waktu yang lama. Sering kali korosi yang terbentuk di permukaan pelat, namun pada area sambungan las bisa saja terjadi kecacatan yang selain dipengaruhi oleh media korosi, juga dipengaruhi dari proses pengelasan. Sehingga dilakukan penelitian untuk melihat perbandingan laju korosi antara pelat baja yang diaplikasikan untuk lambung kapal, yaitu baja A36 tanpa pengelasan dan dengan pengelasan metode FCAW pada media korosi air laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kehilangan berat. Hasil Penelitian menunjukkan laju korosi pada sampel baja A36 tanpa pengelasan dari hari ke 21 hingga hari ke 42 adalah 0,0705 mm/y dan 0,1560 mm/y. Kedua sampel mengalami kenaikan laju korosi, namun pada hari ke 63 dan hari ke 84 mengalami penurunan laju korosi yaitu 0,1824 mm/y dan 0,1804 mm/y. Begitu pun dengan sampel baja A36 hasil pengelasan mengalami kenaikan laju korosi pada hari ke 21 dan hari 42 yaitu 0,1265 mm/y dan 0,2123 mm/y. Namun pada hari ke 63 dan hari ke 84 mengalami penurunan laju korosi yaitu 0,2066 dan 0,1977 mm/y. Sehingga, laju korosi yang didapat pada sampel baja A36 tanpa pengelasan lebih rendah dibandingkan sampel baja A36 hasil pengelasan. Hal ini terjadi karena kondisi media korosi sudah mencapai pada titik jenuh. Jenis korosi yang terjadi pada baja A36 tanpa dan dengan pengelasan menghasilkan jenis korosi merata dan korosi sumuran. Kata kunci : baja A36, korosi, pengelasan FCAW, air laut, Sumbawa Abstract Seawater is the corrosion medium that is the easiest to corrode materials, especially steel. In the shipping industry, most of the ship construction is made of steel which will be in direct contact with sea water for a long time. Often corrosion is formed on the surface of the plate, but in the weld joint area, defects can occur which are not only affected by the corrosion medium, but also influenced by the welding process. So that a study was conducted to see the comparison of the corrosion rate between steel plates applied to the hull, namely A36 steel without welding and with FCAW welding methods on seawater corrosion media. The method used in this study is the weight loss method. The results showed that the corrosion rate in A36 steel samples without welding from day 21 to day 42 was 0.0705 mm/y and 0.1560 mm/y. Both samples experienced an increase in the corrosion rate, but on the 63rd day and 84th day the corrosion rate decreased, namely 0.1824 mm/y and 0.1804 mm/y. Likewise, the welded A36 M E T A L I N D O N E S I A