Serambi Engineering, Volume VII, No.4, Oktober 2022 Hal 3827 - 3836 3827 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Keragaman Jenis Tanaman Obat Tradisional yang Dimanfaatkan oleh Battra di Desa Sepang Kabupaten Mempawah Andesta Chimin Pagea 1 , Fathul Yusro 2* , Yeni Mariani 3 1,2,3 Prodi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat Indonesia *Koresponden email: fathulyusro@gmail.com Diterima: 28 Agustus 2022 Disetujui: 8 September 2022 Abstract The forest in Sepang Village, Mempawah Regency, is still well maintained. This village's battra (traditional healers) used plants found in the forest as medicine to treat or overcome health problems. This research aims to analyze the traditional medicinal plants used by battra in Sepang Village, Toho District, Mempawah Regency. This research uses the survey method by interviewing Battra. Determination of respondents (battra) with purposive sampling techniques. The research results show that battra in Sepang Village still uses 46 traditional medicinal plants, with the highest plant family being Asteraceae (4 types). The highest utilization is found in herb habitus (32.61%), with plant parts in the form of leaves (60.78%), processing by boiling (75.47%), consumption by drinking (87.23%), and plants originating from the yard (56.6%). Keywords: battra, medicinal plants, Sepang Village, traditional medicine, asteraceae Abstrak Hutan yang ada di Desa Sepang Kabupaten Mempawah masih terjaga dengan baik sehingga tumbuh- tumbuhan yang ada di hutan tersebut dimanfaatkan battra sebagai bahan obat untuk perawatan ataupun mengatasi masalah kesehatan yang sedang dialami oleh masyarakatnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis jenis tanaman obat tradisional yang dimanfaatkan oleh battra di Desa Sepang Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei melalui wawancara terhadap battra. Penentuan responden (battra) dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa battra di Desa Sepang masih menggunakan 46 jenis tanaman obat tradisional dengan famili tanaman tertinggi adalah Asteraceae (4 jenis). Pemanfaatan tertinggi terdapat pada habitus herba (32,61%) dengan bagian tanaman berupa daun (60,78%), pengolahan dengan cara direbus (75,47%), penggunaan dengan di minum (87,23%) dan tumbuhan yang diperoleh berasal dari pekarangan (56,6%). Kata Kunci: battra, Desa Sepang, obat tradisional, tanaman obat, asteraceae 1. Pendahuluan Indonesia hingga saat ini masih memiliki wilayah hutan yang cukup luas, tercatat pada Tahun 2019 luas kawasan hutan dan konservasi perairan sebesar 125,8 juta ha [1]. Hutan-hutan yang ada tersebut memberikan beragam manfaat bagi kehidupan masyarakat salah satunya adalah sebagai bahan obat tradisional yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit [2]. Seiring berjalannya waktu, saat ini pemanfaatan tumbuhan obat sangat digemari oleh masyarakat, hal ini dikarenakan tanaman obat mudah untuk ditemukan, murah, bahkan sangat minim terjadinya efek samping jika dikomparasikan dengan penggunaan obat dari bahan kimia [3]. Tanaman obat tradisional merupakan jenis-jenis tanaman yang dipercaya oleh masyarakat dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit ataupun untuk perawatan terhadap kesehatan [4]. Penggunaan tanaman obat khususnya di Kalimantan Barat mulai terdokumentasi dengan baik seiring dengan adanya kajian-kajian etnobotani ataupun pembuktian ilmiah dari tanaman obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti yang dilaporkan oleh ref. [5] dimana battra di Desa Antan Rayan Kabupaten Landak menggunakan 86 jenis tanaman obat, ref. [6] dimana battra di Desa Sotok Kabupaten Sanggau memanfaatkan 69 jenis tanaman obat, dan di Kabupaten Mempawah khususnya di sekitar Areal IUPHHK-HTI PT. Bhatara Alam Lestari Desa Sekabuk masyarakatnya menggunakan 28 jenis tumbuhan obat [2]. Kajian etnobotani tumbuhan obat di Kabupaten Mempawah khususnya yang dimanfaatkan oleh battra (pengobat tradisional) hingga saat ini masih terbatas, sedangkan hampir di semua wilayah pedesaan masyarakatnya masih mempraktikkan penggunaan tumbuhan obat. Salah satu desa yang belum di kaji pemanfaatan tumbuhan obat oleh battra adalah di Desa Sepang.