JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), Juli 2020, 529-537 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat universitas Batanghari Jambi ISSN 1411-8939 (Online), ISSN 2549-4236 (Print) DOI 10.33087/jiubj.v20i2.979 529 Analisis Pengaruh Motivasi Kerja dan Kompensasi terhadap Kinerja Guru Di Yayasan Makmur Al- Muthma’innah Jambi Mustika 1 , Apridha Nur Komariah 2 , Andri Devita 3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Jambi Correspondence email: mustikanabila81@gmail.com Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh motivasi kerja dan kompensasi secara parsial terhadap kinerja guru di Yayasan Makmur Al-Muthma’innah Jambi. (2) Pengaruh motivasi kerja dan kompensasi secara simultan terhadap kinerja guru di Yayasan Makmur Al-Muthma’innah Jambi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan instrument kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 39 guru. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa motivasi kerja dan kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap kinerja, dengan persentase pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja sebesar 29, 2% dan untuk pengaruh kompensasi terhadap kinerja sebesar 46,4%. Sedangkan untuk pengaruh secara simultan motivasi kerja dan kompensasi memiliki 16,2% terhadap kinerja. Motivasi kerja dan kompensasi juga memiliki arah koefisien positif sebesar 89,0% terhadap kinerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja; Kompensasi; Kinerja Guru Abstract. This research aims to determine: (1) The effect of work motivation and partial compensation to the teacher's performance at Yayasan Makmur Al-Muthma'innah Jambi. (2) Influence of work motivation and simultaneous compensation to the teacher's performance at Yayasan Makmur Al-Muthma'innah Jambi. This research uses methods of descriptive analysis. The Data obtained in this study used the instrument questionnaire with the number of respondents as many as 39 teachers. The data analysis methods used are multiple linear regression. From the results of the analysis can be noted that work motivation and compensation partially affect the performance, with a percentage of work motivation influence on performance by 29, 2% and for the effect of compensation to performance by 46.4%. As for the simultaneous influence of work motivation and compensation has 16.2% against performance. The motivation for work and compensation also has a positive coefficient direction of 89.0% of performance. Keywords: motivation for work; compensation; teacher performance PENDAHULUAN Sumber daya manusia mempunyai posisi yang sangat penting mengingat kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Sumber daya manusia juga merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan. Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuannya sangat dipengaruhi oleh kinerja individu karyawannya. Setiap organisasi maupun perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan akan tercapai. Kinerja (Performance) mengacu kepada kadar pencapaian tugas-tugas yang membentuk sebuah pekerjaan pegawai (Simamora, 2004). Tika (2006) mendefinisikan kinerja sebagai hasil fungsi pekerjaan/kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu. Pendapat lain dari kinerja karyawan menurut Hasibuan (2012) dapat diartikan sebagai suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas- tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Sedangkan Abdullah (2014) menyatakan bahwa kinerja karyawan merupakan hasil kerja atau prestasi kerja karyawan. Kompensasi merupakan suatu hal yang penting yang menjadi salah satu faktor dalam meningatkan kinerja karyawan. Kompensasi dapat diartikan sebagai keseluruhan balas jasa yang diterima oleh karyawan karena telah melaksanakan pekerjaannya, dan selanjutnya perusahaan memberi imbalan dalam bentuk uang, tunjangan ataupun penghargaan yang bertujuan untuk memotivasi individual. Martoyo (2007) dalam (Lijan Poltak, 2016) menyatakan bahwa kompensasi adalah pengaturan keseluruhan pemberian balas jasa bagi employers maupun employees, baik langsung berupa uang (finansial) maupun yang tidak langsung berupa uang (nonfinansial). Pemberian kompensasi kepada karyawan perlu mendapatkan perhatian lebih oleh perusahaan. Kompensasi harus memiliki dasar yang kuat, benar dan adil. Apabila kompensasi dirasakan tidak adil maka akan menimbulkan rasa kecewa kepada karyawan, sehingga karyawan yang baik akan meninggalkan perusahaan. Oleh karena itu agar dapat mempertahankan karyawan yang baik, maka program kompensasi dibuat sedemikian rupa, sehingga karyawan yang berpotensi akan merasa dihargai dan bersedia untuk bertahan di perusahaan (Muljani, 2002).