PROKONS: Jurnal Teknik Sipil P-ISSN: 1978-1784 || E-ISSN: 2714-8815 Vol. 13, No. 1 (Februari), Halaman 55 – 63 prokons.polinema.ac.id 55 PERENCANAAN ULANG BANGUNAN PENGAMBILAN BERTIPE MORNING GLORY MENGGUNAKAN PONDASI BORED PILE PADA BENDUNGAN LOGUNG Moch. Suaib Reiza. 1 , Agus Suhardono. 2 , Musa Pranadesta M.S. 3 1,2,3 Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang 1 suaib_poltek@yahoo.co.id, 2 agussuhardono@yahoo.co.id, 3 pranadestams@gmail.com Abstract The existing square tower of intake has 1,397.57m 3 volume and using shallow foundation Logung Dam with its weight stability will cause inefficient structures and potential to earthquake force effect. It is necessary to have an alternative planning of the intake tower. The authors intends to redesign the intake with morning glory type and used bored pile; to find out the position of intake tower, dimension, reinforcement, duration, cost estimate, and to compare the redesign. The required data were of topographic map, irrigation, and raw water discharge, bearing capacity, and work unit price analysis of project 2016. Manning Method was applied to find out the dimension; Shell Slab Method with Column Approach to calculate the structure of the intake tower, and Skempton Method to calculate bearing capacity. The redesign results in the position of 1.75-m intake tower on conduit channel with 728,08 m3 volume; the dominant load of operational-earthquake combination with different values; D22-200 steel bar for y- direction, D19-150 for x-direction on conduit channel, D19-150 for x,y-direction on intake tower segment 1, D16-150 for x,y-direction on intake tower segment 2, and D13-150 for x,y-direction on intake tower segment 3; on 105 workdays; at a total cost of IDR 2,327,806,700 with 40.64 % efficiency cost. Keywords: intake tower, morning glory , operational-earthquake combination, redesign, PENDAHULUAN Bendungan Logung merupakan sebuah bendungan yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Kudus guna menanggulangi bencana yang sering terjadi di wilayah tersebut. Dimana sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kabupaten Kudus adalah masyarakat yang hidup dari pertanian dan hasil industri. Bencana yang sering dialami oleh masyarakat Kabupaten Kudus adalah bencana banjir dan bencana kekeringan. Disaat memasuki musim penghujan Kabupaten Kudus sering mengalami bencana banjir akibat meluapnya sungai Juana dan disaat musim kemarau terjadi pula bencana kekeringan Dalam merencanakan bendungan selalu dilengkapi dengan perencanaan bangunan pelengkapnya guna mendukung fungsi dan memaksimalkan fungsi dari bendungan tersebut. Bangunan pelengkapnya meliputi bangunan pengelak, bangunan pelimpah, bendungan utama dan bangunan pengambilan. Dari beberapa bangunan pelengkap tersebut masing-masing memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda- beda, salah satunya ialah bangunan pengambilan(intake). Bangunan Pengmabilan (intake) adalah bangunan yang difungsikan sebagai bangunan penyadap air atau sebagai penangkap air baku yang berasal dari bendungan lalu disalurkan ke daerah lahan masyarakat sekitar guna menyuplai air baku dan irigasi melalui saluran pengelak yang sudah dialihkan fungsinya sebagai akses pengaliran air dari bangunan pengambilan ke rumah pembangkit dan rumah irigasi. Mengingat desain yang telah direncanakan oleh pihak perencana berbentuk segi empat dan masih terlalu tebal dengan volume struktur 1.397,57 m 3 dalam menentukan dimensi menara sehingga mengakibatkan terjadinya pemborosan yaitu dengan total biaya pembangunan sebesar