JURNAL KEUNIS (Keuangan dan Bisnis) P-ISSN: 2302-9315 Vol. 9, No. 2, Juli 2021, Hlm. 120-131 E-ISSN: 2714-7274 © Copyright: The Author(s) https://jurnal.polines.ac.id/index.php/keunis This is an open access article under the CC BY-SA license 120 REKSADANA SYARIAH DAN KONVENSIONAL DI INDONESIA NURSETO ADHI 1 DEWI PRATIWI AJI 2 WINARNI 3 Politeknik Negeri Semarang 123 nurseto.adhi@polines.ac.id 1 dewiaji04@gmail.com 2 winarni@polines.ac.id 3 Abstract: This study aims to test the difference between the conventional mutual fund and the sharia mutual fund on performances and risk. The development of mutual fund products is based on 2 (two) categories, conventional mutual funds, and sharia mutual funds (www.ojk.go.id). Based on data from the Data Center and Statistics of Islamic Mutual Funds, the performance of Islamic mutual funds is still underperformed compared to conventional mutual funds. Therefore, testing the performance of Islamic mutual funds by testing the performance of conventional mutual funds has not been widely tested. Secondary data was used in this study with all 1425 mutual funds from 2012-2017 on the Indonesia Stock Exchange was used as the population in this study is. The purposive sampling technique determines the sample in this study. The sample used in this study was Conventional and Shariah mutual fund in Indonesia Stock Exchange (IDX) with six products each. This hypothesis test used Differential Test tools with data analysis techniques using Paired sample t-test analysis using SPSS 25. In this study, we found that there was a significant difference between the return on conventional mutual funds and Syariah mutual funds. While the risk, Sharpe method, Treynor method, and Jensen method have not significant difference between conventional mutual funds and Syariah mutual funds. Keywords: Performance, Conventional Mutual Funds, Shariah Mutual Funds, Return, Risk Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan reksadana konvensional dan reksadana syariah dalam kinerja dan risikonya. Perkembangan produk reksadana didasarkan dalam 2 (dua) kategori yaitu reksadana konvensional dan reksadana syariah (www.ojk.go.id). Berdasarkan data dari Pusat Data dan Statistik menunjukkan bahwa Reksadana Syariah underperformed dibandingkan dengan reksadana konvensional. Oleh karena itu, Pengujian kinerja reksadana syariah dengan pengujian kinerja reksadana konvensional belum secara luas diuji. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh reksadana yang ada di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 1425 reksadana. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah reksadana konvensional dan syariah di Bursa Efek Indonesia yang masing-masing berjumlah 6 (enam) produk. Pengujian hipotesis dengan menggunakan alat Uji Beda dengan teknik analisis data menggunakan analisis Paired sampel t-test. Hasil uji beda dari penelitian ini menunjukan bahwa terdpaat perbedaan yang signifikan antara return reksadana konvensional dan reksadana syariah. Sedangkan risiko, metode Sharpe, metode Treynor dan metode Jensen tidak mempunyai perbedaan signifikan antara reksadana konvensional dan reksadana syariah. Kata kunci: Kinerja, Reksadana Konvensional, Reksadana Syariah, Return, Risiko PENDAHULUAN Reksadana merupakan salah satu instrumen derivatif. Undang-undang pasar modal No 8 Tahun 1995 pasal 1 ayat 2 menjelaskan bahwa reksadana merupakan sarana yang digunakan untuk menghim- pun dana masyarakat pemodal yang kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi pada portofolio efek. Hadi (2013:132) menjelaskan bahwa dengan adanya dana yang besar di reksadana dapat dilakukan diversifikasi investasi yang besar sehingga risiko yang dihadapi akan semakin kecil.