Volume 6, Nomor 3, September 2022. p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526X SELAPARANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 1089 EDUKASI PEMAHAMAN POLA HIDUP SEHAT DI MASA PANDEMI DAN MANFAAT VAKSINASI DI KALANGAN MASYARAKAT DESA TUMPANG Akhmad Frizqi Amirudin 1) , Dheanisa Puspatika 1) , Lusfita Ujianti 1) , Wafiq Rizqi Karima 1) , Rizka Novia Atmadani 1) 1) Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia Corresponding author :Rizka Novia Atmadani E-mail : rizkanovia@umm.ac.id Diterima 20 Juni 2022, Direvisi 20 Juli 2022, Disetujui 21 Juli 2022 ABSTRAK Sejak Maret 2020, World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia menetapkan COVID-19 sebagai pandemi dan memberikan himbauan kepada seluruh negara untuk melakukan pembatasan aktivitas. Sehingga segala aktivitas di luar rumah seketika dihentikan dan dilakukan di rumah. Tidak semua aktivitas dapat dilakukan di rumah secara terus-menerus dan hal ini menyulitkan sebagian besar masyarakat Indonesia. Pemerintah mengizinkan untuk melakukan aktivitas di luar rumah, namun tetap dengan menjalankan protokol kesehatan. Pandemi COVID-19 ini menuntut masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Namun tidak semua orang menerapkan aturan tersebut. Masih banyak dijumpai masyarakat tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta tidak memerhatikan jaga jarak fisik dan tetap berkerumun. Beberapa masalah yang menjadi latar belakang dilakukannya penyuluhan adalah seperti contohnya sebagian besar masyarakat sudah enggan untuk mematuhi protokol kesehatan sejak lima bulan terakhir pada awal pandemi COVID-19, hanya 2 dari 10 orang yang tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Bahkan sebagian besar dari mereka tidak percaya dengan adanya Virus COVID-19. Metode penyuluhan yang dilakukan adalah dengan metode ceramah menggunakan media slide power point dan dievaluasi tingkat pemahaman peserta melalui nilai pre-test dan post-test. Penyuluhan ini dilaksanakan di Desa Tumpang yang dihadiri oleh 23 orang anggota Kumpulan Remaja Anggrek (KREMA) pada 06 Juni 2021. Selama berlangsungnya kegiatan penyuluhan, para peserta sangat antusias berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan terkait hidup sehat di masa pandemi dan manfaat vaksinasi oleh tim pelaksana penyuluhan dari awal sampai berakhirnya acara, hingga dapat tercapainya pemahaman masyarakat terkait hidup sehat dan manfaat vaksinasi di masa pandemi. Ketercapaian pemahaman warga dapat disimpulkan dari hasil nilai pre dan postest yang secara keseluruhan didapatkan hasil nilai postest yang lebih tinggi dibanding saat pretest yaitu meningkat sebesar 4,35%. Setelah kegiatan penyuluhan dapat ditemui beberapa masyarakat Desa Tumpang kembali menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker ketika berada di luar rumah dan menjaga jarak fisik ketika di keramaian. Kata kunci: PHBS; vaksinasi; penyuluhan; covid-19; malang. ABSTRACT Since March 2020, the World Health Organization (WHO) as the world's health organization has declared COVID-19 as a pandemic and has appealed to all countries to limit their activities. So that all activities outside the home are immediately stopped and carried out at home. Not all activities can be done at home continuously and this makes it difficult for most Indonesian people. The government allows them to carry out activities outside the home, but still by implementing health protocols. The COVID-19 pandemic requires the public to apply health protocols in a disciplined manner. But not everyone applies these rules. There are still many people who don't use masks when doing activities outside the home and don't pay attention to physical distancing and stay in crowds. Some of the problems that became the background for the counseling were for example the majority of the community had been reluctant to comply with health protocols since the last five months at the beginning of the COVID-19 pandemic, only 2 out of 10 people still adhered to the existing health protocols. Even most of them do not believe in the existence of the COVID-19 Virus. The counseling method used was the lecture method using power point slides and evaluated the level of understanding of the participants through the pre-test and post-test scores. This counseling was carried out in Tumpang Village which was attended by 23 members of the Orchid Youth Association (KREMA) on June 6, 2021. During the extension activities, the participants were very enthusiastic