Keairan Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7) Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013 A - 155 METODE GLOBAL PLANTASION SISTEM UNTUK ANTISIPASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM (KAJIAN DAERAH IRIGASI MOLEK KABUPATEN MALANG) (220A) Hirijanto 1 , Subandiyah Azis 2 , Edi Hargono DP. 3 , Ibnu Hidayat PJ 4 . 1 Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional Malang, Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 Malang Email: janto.hiri22@gmail.com 2 Program Studi Manajemen Konstruksi, Pasca Sarjana ITN Malang, Jl. Bend.. Sigura-gura No.2 Malang Email: cupsubandiyah@gmail.com 3 Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional Malang, Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 Malang Email: edi_hargono@yahoo.com 4 Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional Malang, Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 Malang Email: ibnupengairan@yahoo.com, ibnupengairan@gmail.com ABSTRAK Irigasi sebagai salah satu komponen pendukung keberhasilan pembangunan pertanian mempunyai peran yang sangat penting sehingga perlu dikelola dengan cara yang bijak. Guna membagi air secara tepat dan efisien, setiap tahun telah diterbitkan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yang menjadi acuan para petani untuk melakukan pola tata tanam di masing-masing petak sawah di Daerah Irigasi (DI). Dalam dekade ini telah terjadi perubahan cuaca (climate change) yang disebabkan karena terjadinya perubahan iklim global. Perubahan iklim global menyebabkan gangguan ketidak pastian jadwal musim hujan dan kemarau sehingga menyebabkan terganggunya penyediaan air untuk pertanian. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh para peneliti menghasilkan satu metode baru untuk menentukan RTTG yaitu metode FPR-LPR NDF (Faktor Palawija Relatif Luasan Palawija Relatif NDF) yang lebih aplikatif dan akomodatif terhadap perubahan cuaca. Metode ini perlu ditindak lanjuti dengan penelitian melalui penanaman pada lahan sawah di wilayah Kabupaten Malang yaitu di Daerah Irigasi Molek Kecamatan Kepanjen. Metode ini menggunakan metode FPR-LPR yang selama ini sudah digunakan dengan ditambah besarnya curah hujan dan perkolasi serta pertimbangan waktu turunnya hujan. Berdasarkan pola hujan efektif, dilakukan analisis neraca air dan simulasi jadual tanam untuk menghasilkan luas tanam yang paling optimal. Dan dari hasil analisis luas tanam yang paling optimal, disusunlah RTTG untuk acuan pelaksanaan waktu awal musim tanam dan periode jadwal tanam. Setelah pelaksanaan penanaman dilakukan evaluasi peningkatan produktivitas tanaman dibanding sebelumnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Malang agar merubah kebiasaan lama yang konvensional menjadi sesuatu hal yang baru dan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Malang khususnya, Provinsi Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya. Kata Kunci : RTTG, FPR-LPR NDF, jadwal tanam 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan irigasi di Indonesia sudah berlangsung lebih dari satu abad, sehingga kita dapat mengumpulkan pengalaman-pengalaman berharga yang sangat bermanfaat bagi pengembangan irigasi selanjutnya. (Anonim,1986). Irigasi sebagai salah satu komponen pendukung keberhasilan pembangunan pertanian mempunyai peran yang sangat penting. Penyediaan air irigasi bagi pertanian perlu dikelola dengan cara yang bijak dan secara berkelanjutan agar keberadaan dan fungsinya semakin terpelihara. Pengelolaannya termasuk pemanfaatannya harus diselenggarakan secara adil dan merata sehingga dapat memberikan manfaat di bidang pertanian. Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi pangan dapat dilakukan melalui pengelolaan alokasi air irigasi yang tepat dan efisien. ( Azis, 2011 ) brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Institut Teknologi Nasional Malang Repository