Jurnal Natural Science Desember 2012 Vol. 1.(1) 43-52 Perbanyakan Tanaman Melon secara in vitro pada Medium Ms (N. N. Lidyawati, et.al.) 43 Perbanyakan Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Secara In Vitro Pada Medium Ms Dengan Penambahan Indole Acetic Acid (IAA) Dan Benzil Amino Purin (BAP) Ni Nyoman Lidyawati 1 * , Waeniati 2 , Muslimin 2 , I Nengah Suwastika 1 1 Lab.Bioteknologi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah 2 Lab. akultas Kehutanan, Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah ABSTRAK Penelitian tentang organogenesis tanaman melon (Cucumis melo L.) telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Kehutanan UNTAD Palu, pada bulan Januari sampai Mei 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hormon IAA dan BAP yang paling baik dalam mendorong pertumbuhan organ tanaman melon (C. melo L.). Eksplan yang digunakan yaitu kecambah steril dari biji melon. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan yaitu : MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,5 ppm BAP (M1), MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,7 ppm BAP (M2), MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,9 ppm BAP (M3) dan MS0 + 0,1 ppm IAA + 1 ppm BAP (M4). Parameter yang diamati adalah saat muncul tunas dan daun, jumlah tunas dan daun juga ada tidaknya kalus dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan medium MS0 + 0,1 ppm IAA + 1 ppm BAP merupakan medium tercepat dalam mendorong terbentuknya tunas dan daun dengan rata- rata 3,75 hari dan 5,75 hari. Medium ini juga merupakan medium yang paling baik dalam menghasilkan jumlah tunas dan daun yaitu dengan rata- rata 4,75 tunas dan 8,75 helai daun. Namun medium pada penelitian ini belum optimal untuk mendorong terbentuknya akar. Kata Kunci : Organogenesis, C. melo L., MS0, IAA dan BAP. ABSTRACT The research on organogenesis of melon (Cucumis melo L.) was done at Tissue Culture Laboratory Forestry Faculty UNTAD Palu, during January until May 2012. The aim of this research was to determine the best concentration of IAA and BAP hormones in inducing organs of this plant. Sterile seedling of melon was used as explants in this work. The experiment was arranged in Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The treatments were MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,5 ppm BAP (M1), MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,7 ppm BAP (M2), MS0 + 0,1 ppm IAA + 0,9 ppm BAP (M3) and MS0 + 0,1 ppm IAA + 1 ppm BAP (M4). Parameters observed on this study were the day appear of shoot and leaves, the number of shoots and leaves and also the present of callus and root. The result showed that the best medium for organs induction was MS0 + 0,1 ppm IAA + 1 ppm BAP, which shoot and leaf emerged in the day of 3,75 and 5,75 after induction, respectively. This media was also induced the number of shoots and leaves, i.e 4,75 and 8,75, respectively. Nevertheles this media was not suitable enough in inducing root formation. Keywords : Organogenesis, C. melo L., MS0, IAA and BAP * Coresponding author phone (+6285289673105) Email : Komang.lidya@yahoo.com