Jurnal Bangun Abdmas Vol 1, No 2, November 2022, Hal. 65-71 ISSN 2830-0599 (Media Online) Available Online at https://ejurnal.bangunharapanbangsa.com/index.php/abdimas DOI 10.56854/ba.v1i2.96 65 Peningkatan Keterampilan Creative Writing untuk Mahasiswa se- Kabupaten Ponorogo Adip Arifin 1 , Ratri Harida 2 1,2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP PGRI Ponorogo, Ponorogo, Indonesia Email: 1 adip_pbi@stkippgriponorogo.ac.id, 2 ratri_pbi@ stkippgriponorogo.ac.id Abstrak− Pelatihan menulis kreatif dalam bahasa Inggris menawarkan metode alternatif bagi calon guru (EFL pada khususnya) untuk memperluas pengalaman berbahasa bagi para siswa di kelas masa depan mereka. Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk pelatihan creative writing ini dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu sesi pemaparan materi, sesi demonstrasi, dan sesi klinis pembuatan puisi. Dua form: Pre- Kuisioner dan Post-Kuisioner diberikan untuk mengetahui keaadan awal peserta sertakesan dan saran terhadap pelatihan ini. Pre-Kuisioner menunjukkan banyak peserta yang memandang kemampuan menulis puisi berbahasa Inggris-nya rendah padahal mereka yang menyadari pengaruh kemampuan menulis puisi berbahasa Inggris berbahasa Inggris pada cara mengajar mereka dimasa depan. Alasan kurangnya pengetahuan tentang tata bahasa Inggris dianggap sebagai hambatan terbesar dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi berbahasa Inggris. Peserta yang pernah membuat puisi berbahasa Inggris bergenre free-style lebih banyak dari peserta yang pernah membuat puisi berbahasa Inggris bergenre Shakespeare sonnet. Post-Kuisinoner yang diberikan menunjukkan tanggapan positifi para peserta pelatihan Creative Writing dalam bentuk Workshop: Poem Writing. Untuk kegiatan lanjutan, lebih banyak peserta yang menginginkan pelatihan lanjutan mengenai penulisan puisi berbahasa Inggris dengan bentuk haiku. Diharapkan kegiatan pelatihan creative writing ini lebih memotivasi para mahasiswa calon guru secara umum dan calon guru EFL secara khusus untuk dapat meningkatkan kemampuan menulis kreatif mereka dalam berbagai bentuk karya sastra. Kata Kunci: Calon Guru, Creative Writing, EFL, Pelatihan, Puisi) Abstract− English creative writing workshop offers an alternative method for pre-service teacher (EFL in particular) to expand the language experience for students in their future classrooms. This community service of creative writing workshop was carried out in three sessions, namely material presentation sessions, demonstration sessions, and clinical poetry writing sessions. Two forms of questionnaires: Pre-Questionnaire and Post-Questionnaire were given to determine the initial state of the participants as well as the impressions and suggestions for this workshop. The Pre-Questionnaire results showed that many participants stated that they have low English language skills even though they were aware of the effect of their ability to write English poetry for their future teaching. The lack of knowledge on English grammar is considered to be the biggest obstacle for the skills improvement in English poetry writing. There were more participants who had written English poetry in the freestyle genre than those who had written an English poem in the Shakespearean sonnet genre. The post-questionnaire provided a positive response from the Creative Writing workshop: Poem Writing’s participants. For follow-up activities, more participants wanted to have a workshop on writing English poem of haiku. It is hoped that this creative writing activity will motivate pre-service teachers in general and pre-service EFL teachers in particular to be able to improve their creative writing skills in various forms of literary works. Keywords: Creative Writing, EFL, Pre-Service Teacher, Poem, Workshop 1. PENDAHULUAN Sejak tahun 1980-an, pemerolehan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris bagi para siswa di jenjang sekolah maupun mahasiswa di perguruan tinggi dipengaruhi oleh perubahan kebutuhan komunikasi sosial dan perkembangan media komunikasi baru (Wicke, 1993). Pelatihan kompetensi komunikatif penting untuk peningkatan keterampilan menulis dalam bahasa Inggris. Menulis kreatif dalam bahasa Inggris menawarkan metode alternatif untuk mengembangkan kemampuan ekspresif dan komunikasi siswa. Dalam menulis kreatif, diperlukan stimulus untuk membangkitkan motivasi siswa. Tugas menulis harus dirancang sedemikian rupa sehingga memperhatikan minat dan kebutuhan siswa. Tugas yang dirancang untuk menemukan solusi kreatif juga harus memperhatikan bahwa tantangan tidak boleh membebani siswa. Bagi calon guru EFL, memiliki pemahaman yang tepat tentang karya sastra Inggris adalah hal yang penting. Saka (2018:138) menemukan bahwa calon guru EFL harus menyadari akan pentingnya menggunakan karya sastra selama proses pengajaran bahasa asing. Mengetahui cara menggunakan teks sastra, akan memperluas pengalaman berbahasa bagi para siswa di kelas masa depan mereka. Membuat calon guru EFL untuk mencapai pemahaman sastra cukup rumit. Menurut Harun dan Samat (2021: 96), mengajar sastra bagi calon guru EFL cukup sulit karena beberapa alasan: masalah dengan siswa yang memiliki kemampuan kurang dan berjuang lebih untuk memahami bahan ajar dan upaya peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa. Metode yang efektif harus diterapkan untuk meningkatkan pemahaman mereka. Puisi adalah ungkapan perasaan yang diungkapkan dalam bahasa pendek dengan mempertimbangkan aspek keindahan. Menurut Hudson (dalam Mahmudah, 2012: 2), puisi adalah cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk menghasilkan ilusi dan imajinasi, serta lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan ide-ide pelukisnya. Ismail (dalam Rimang, 2011: 31) menyatakan bahwa puisi adalah sarana mengungkapkan pikiran dan perasaan. Melalui menulis puisi, keterampilan menulis imajinatif dapat ditingkatkan. Nurgiyantoro (2016, 312) berpendapat bahwa puisi merupakan salah satu genre sastra yang memperhatikan aspek kebahasaan sehingga bahasa yang digunakan juga memerlukan proses pemilihan kata. Perpaduan aktivitas imajinatif