Jurnal Ilmiah NERO Vol. 5 No. 2 2020 100 | N E R O KOMPARASI METODE DWT DAN SVD UNTUK MENGUKUR KUALITAS CITRA STEGANOGRAFI Dedi Darwis 1) , A. Ferico Octaviansyah Pasaribu 2) 1), 2) Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Teknokrat Indonesia Jl Zainal Abidin Pagar Alam No 9-11 Labuhan Ratu, Bandar Lampung Email : darwisdedi@teknokrat.ac.id 1) , fericopasaribu@teknokrat.ac.id 2) Abstrak Keamanan data saat ini merupakan hal yang sangat penting diera digital karena komunikasi harus bersifat rahasia dan aman. Salah satu cara untuk berkomunikasi secara digital adalah steganografi yaitu pengembangan dari kriptografi, teknik ini memiliki cara menyembunyikan data dan informasi pada media lainnya misalkan seperti citra digital karena media ini sering digunakan dalam pertukaran informasi dan data. Algoritma steganografi yang digunakan pada penelitian ini adalah Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Singular Value Decomposition (SVD) kedua metode ini merupakan bagian dari steganografi yang sama-sama memanfaatkan domain transform pada pengolahan citra digital dan memiliki kecepatan yang tinggi dalam penyisipan pesan rahasia ke suatu gambar. Masalah yang selama ini terjadi pada steganografi adalah kualitas stego image yang dihasilkan pada steganografi mengalami perubahan pada kualitas citra, sehingga perbedaan antara cover image dan stego image akan sangat terlihat. Penerapan metode DWT dan SVD pada penelitian ini diimplementasikan dengan bahasa pemrograman Python 3. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan metode DWT dapat menghasilkan kualitas citra pada stego image yang lebih baik jika dibandingkan metode SVD yaitu menghasilkan nilai MSE nilai rata-rata 0,0046 db. Hasil perhitungan nilai PSNR juga membuktikan bahwa metode DWT menghasilkan kualitas citra lebih baik dari dari metode SVD yaitu menghasilkan nilai rata-rata 63,47 db. Kata kunci: DWT, Steganografi, Stego image, SVD Abstract Data security is currently very important in the digital era because communication must be confidential and secure. One way to communicate digitally is steganography, which is the development of cryptography, this technique has a way of hiding data and information in other media, for example, such as digital images because this media is often used in exchanging information and data. The steganographic algorithms used in this study are Discrete Wavelet Transform (DWT) and Singular Value Decomposition (SVD). Both of these methods are part of steganography which both use domain transform in digital image processing and have high speed in inserting secret messages into a picture. The problem that has occurred in steganography is that the quality of the stego image produced in steganography changes in image quality, so that the difference between the cover image and the stego image will be very visible. The application of the DWT and SVD methods in this study is implemented with the Python 3 programming language. Based on the results of the tests carried out by the DWT method, it can produce better image quality on the stego image when compared to the SVD method, which produces an average MSE value of 0.0046 db. The PSNR value calculation results also prove that the DWT method produces better image quality than the SVD method, which produces an average value of 63.47 db. Keywords : DWT, Steganography, Stego image, SVD 1. PENDAHULUAN Komunikasi digital adalah sebuah bagian infrastruktur yang sangat mendasar saat ini, banyak aplikasi yang berbasis jaringan internet dan komunikasi data yang ada di dalamnya beberapa memiliki kerahasiaan [1]. Masalah kerahasiaan dan keamanan merupakan komponen penting dari suatu data dan informasi. Pengiriman dan penerimaan data dan informasi melalui jaringan internet memang memiliki banyak kelebihan salah satunya adalah kecepatan dalam proses transmisi, akan tetapi dilain sisi pengiriman melalui jaringan internet mempunyai kelemahan yaitu kejahatan internet (cyber-crime) seperti penyadapan, perubahan data dan lainnya [2, 3]. Media penyimpanan dan penyebaran data atau informasi yang digunakan menjadi salah satu penyebab data atau informasi tersebut mudah diambil oleh pihak yang tidak memiliki legalitas. Hal ini disebabkan karena sistem keamanan data yang kurang baik dalam melindungi kerahasiaan data maupun informasi [4]. Salah satu cara untuk mengamankan data dan