Pharmauho Volume 1, No. 2, Hal. 33-38, Majalah Farmasi, Sains, dan Kesehatan ISSN 2442-9791 Formulasi dan Optimasi Tablet Floating Salbutamol Sulfat menggunakan Factorial Design Wa Ode Sitti Zubaydah 1* , Achmad Fudholi 2 , Abdul Rohman 2 1) Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Kendari 93232 2) Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Abstrak Salbutamol sulfat memiliki waktu paruh eliminasi yang relatif pendek (4 jam), dengan dosis per oral 2-4 mg, dan pemberian 3-4 kali sehari. Formulasi salbutamol sulfat dalam sediaan tablet lepas lambat diharapkan dapat mengurangi frekuensi pemakaian obat, menghasilkan konsentrasi salbutamol sulfat dalam darah yang lebih seragam dan kadar puncak yang tidak fluktuatif. Sifat fisik tablet dan pelepasan obat dari tablet sistem floating dipengaruhi oleh sifat komponen penyusun matrik yaitu: etil selulosa (matriks hidrofobik), xanthan gum (free flowing, gelling agent), serta natrium bikarbonat yang akan bereaksi dengan cairan lambung membentuk CO2. Penelitian dilakukan dengan model factorial design dengan 3 komponen yaitu: etil selulosa (A), xanthan gum (B), dan natrium bikarbonat (C) sehingga didapatkan 8 rancangan formula. Keseragaman kandungan, floating lag time, nilai K orde 1, dan nilai DE360 salbutamol sulfat digunakan sebagai parameter optimasi. Berdasarkan model factorial design, didapatkan persamaan dan contour plot untuk masing–masing parameter tersebut sehingga formula optimum dapat ditentukan. Etil selulosa memberi pengaruh dominan terhadap keseragaman kandungan. Natrium bikarbonat merupakan faktor yang berpengaruh sangat dominan terhadap floating lag time. Komponen etil selulosa dan xanthan gum menurunkan nilai K orde 1, sedangkan natrium bikarbonat meningkatkan nilai K orde 1. Natrium bikarbonat paling berpengaruh dalam memperkecil nilai DE360. Berdasarkan pendekatan nilai desirability didapatkan formula optimum teoritis dengan komposisi etil selulosa 17,58 mg, xanthan gum 78,51 mg, dan natrium bikarbonat 30 mg. Kata kunci: salbutamol sulfat, tablet floating, etil selulosa, xanthan gum. 1. Pendahuluan Salbutamol sulfat merupakan obat simpatomimetik yang digunakan sebagai bronkodilator, larut dalam air, dan diabsorpsi di sepanjang lambung hingga bagian atas usus halus. Waktu paruh plasma berada antara 4 - 6 jam. Studi urinari mengindikasikan bahwa waktu paruh eliminasinya ± 4 jam. Salbutamol diberikan secara per oral dengan dosis 2 – 4 mg, dengan pemberian 3 - 4 kali sehari. Salbutamol memerlukan dosis berulang untuk mempertahankan kadar obat dalam plasma, sehingga obat ini memiliki kriteria yang sesuai untuk sediaan obat sistem floating lepas terkendali dalam sistem retensi di lambung [1, 2]. Dalam penelitian ini, sediaan lepas lambat yang dibuat adalah sediaan lepas lambat dengan sistem floating effervescent, mengunakan sistem matriks etil selulosa dan xanthan gum dengan perbandingan yang akan ditetapkan. Untuk sediaan lepas lambat dengan sistem floating effervescent maka dibutuhkan bahan * KBK Farmasi Industri dan Teknologi Farmasi, Fakultas Farmasi UHO Email: woszubaydah@gmail.com yang dapat menghasilkan gas, sehingga sediaan mampu mengapung di atas permukaan media [3]. Hal ini dilakukan dengan menggunakan natrium bikarbonat sebagai agen penghasil gas CO2 ketika berinteraksi dengan cairan media. Pada penelitian ini akan dilakukan optimasi konsentrasi penyusun matriks yaitu etil selulosa dan xanthan gum, serta agen penghasil gas CO2 (natrium bikarbonat) dengan menggunakan metode desain faktorial. 2. Bahan dan Metode 2.1 Alat dan Bahan Alat yang digunakan antara lain alat uji sifat alir (Erweka), ayakan mesh, cube mixer (Erweka AR 400), abrasive tester (Erweka G.m.b.h Type Tap), mesin cetak tablet single punch (Rieckermann Korsch Berlin),