Buletin Veteriner Udayana Volume 10 No. 2: 208-214 pISSN: 2085-2495; eISSN: 2477-2712 Agustus 2018 Online pada: http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p16 208 Pengaruh Frekuensi Penampungan Semen terhadap Konsentrasi dan Abnormalitas Spermatozoa Burung Puyuh (THE INFLUENCE OF SEMEN FREQUENCY COLLECTION ON CONCENTRATION AND SPERMATOZOA ABNORMALITIES OF QUAIL) Wayan Bebas 1 *, Komang Gita Permana 2 , I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana 1 , Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi 1 1 Laboratorium Teknologi Reproduksi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Denpasar-Bali. 2 Dokter Hewan Paktek di Kabupaten Singaraja-Bali *Email: w_bebas@unud.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penampungan terhadap konsentrasi dan abnormalitas spermatozoa burung puyuh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kelompok perlakuan, yaitu penampungan semen dengan interval pengambilan (hari) 2, 3 dan 4. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 9 kali. Pengamatan dilakukan terhadap konsentrasi spermatozoa (10 7 sel/ml) dan abnormalitas spermatozoa (%). Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA), apabila terdapat perberbedaan yang nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi spermatozoa pada masing- masing perlakuan adalah 39,00±5,148 x10 7 sel/ml; 59,49±1,878 x10 7 sel/ml; 59,11±2,028 x10 7 sel/ml. Abnormalitas pada masing masing perlakuan adalah 14,22±1,394%; 7,22±1,202%; 7,49±1,130%. Secara statistik frekuensi ejakulasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi dan abnormalitas spermatozoa burung puyuh. Kata kunci: frekuensi ejakulasi; konsentrasi; burung puyuh ABSTRACT The aims of this study are to determine the influence of collecting frequency against concentration and spermatozoa abnormalities of quail. This study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatment groups, is collecting sement at 2, 3 and 4 days intervals. Each treatment is repeated 9 times. Observations were made on the concentration of spermatozoa (107 cells/ml) and abnormalities of spermatozoa (%). The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) if there are significantly different (P<0.05) followed by Duncan test. The results showed the concentration of spermatozoa in each treatment respectively 39.00±5.148 x107 cells/ml; 59.49±1.878 x107 cells/ml; 59.11±2.028 x107 cells/ml. Abnormality in each treatment was 14.22±1.394%; 7.22±1.202%; 7.49±1.130%. The frequency of ejaculation was statistically significant (P<0.05) against the concentration and spermatozoa abnormalities of quail. Keywords: ejaculation frequency; concentration; quail PENDAHULUAN Burung puyuh merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah mengalami domestikasi, dan salah satu diantaranya adalah burung puyuh Japonica (Coturnix coturnix japonica) (Subekti dan Hastuti, 2013). Jenis puyuh ini yang paling popular diternakkan oleh masyarakat sebagai penghasil telur dan daging. Burung puyuh mulai dikenal dan dipelihara di Indonesia pada akhir tahun 1979. Perkembangan budidaya burung puyuh di Indonesia sudah semakin pesat, baik sebagai usaha komersil maupun usaha sampingan ini disebabkan karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan protein hewani, serta diterapkannya teknologi modern tentang pemeliharaan (Siregar et al., 2007). Indonesia dalam memenuhi bibit burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica) masih mengimpor dari luar negeri seperti Taiwan, Hongkong dan Jepang. Kepentingan ini tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit, sekaligus