3 rd International and Interdisciplinary Conference on Arts Creation and Studies (IICACS 2019) 185 Motif Batik Untuk Udheng Masyarakat Samin Dusun Jepang Kabupaten Bojonegoro Sugeng Wardoyo Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Article History accepted 16/08/2019 approved 05/10/2019 published 13/03/2020 Abstract This article mainly explores Samin people’s values practiced in daily life to create batik motif. Samin people are a group of people identifed by their modest and honest way of life who live in some areas in East and Central Java. They are called Samin after the name of their ideological patron, SaminSurosentiko. In this research, Samin people of a village called Jepang at Bojonegoro Regency East Java were observed.Based on the held values, Samin men wear distinguished clothes. One of the characteristics is that they wear udheng, a traditional cloth headgear. Udhengis symbolically related to human’s mind or intellect placed inside the head which is at the brain. The name udheng is derived from the Javanese “mudheng” means ‘the state of understand things’. Udheng symbolizes humans’ understanding and awarenessabout their privileged positions as God’s creation that are unique for their ability for complex reasoning undertaken in the brain. Until today,Samin society has strongly maintained their noble values and attitudes. Batik motif applied on udheng can be used as an effective medium in delivering the moral teachings to the younger generation. The theme of the motif designed is the essence of SaminSurosentiko’s sublime doctrines. Those teachings are visualized through flora shapes and imaginative symbols. In this way, it is expected that the motif created will preserve and convey the addressed wisdoms to Samin people. Next, the motifs can be used as artifacts that characterize Samin people living in Jepang village. For a longer term it is really hope that the motif can be their intellectual property right as cultural capital from which they can get benefits. Keywords: javanese batik, batik motif, udheng,samin people Abstrak Artikel ini mengeksplorasi secara fokus motif batik khas masyarakat Samin, khususnya dusun Jepang desa Margomulyo Bojonegoro yang berupa produk udheng atau ikat kepala. Udheng atau ikat kepala dapat dipahami memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan akal manusia yang ada di dalam organ kepala (otak). Udheng berasal dari istilah Jawa mudheng yang artinya paham. Dengan demikian makna dari udheng ini merupakan sejumlah pemahaman manusia akan kedudukan dan kesadaran dalam dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dikarunia akal dan fikiran yang membedakannya dengan makhluk lain (hewan). Selama ini belum ditemukan ciri khas motif batik masyarakat Samin yang berkeinginan untuk tetap melestarikan tingkah laku ajaran luhur tersebut. Tema motif yang diangkat mengacu pada esensi ajaran- ajaran luhur Samin Surosentiko. Bentuk visualisasi ciri khas yaitu diambil dari flora dan bentuk simbol imajimatif. Motif-motif batik inilah yang kemudian dapat menjadi simbol artefak sebagai kekayaan budaya masyarakat Samin dan dikembangkan serta dilestarikan sesuai dengan perkembangan zaman. Tema ini penting dan menarik untuk dikaji karena harapan ke depan akan menjadi motif khas masayarakat Samin dusun Jepang desa Margomulyo, sekaligus dapat dipatenkan. Kata kunci: batik jawa, motif batik, udheng, masyarakat samin