JETM: Jurnal Energi dan Teknologi Manufaktur p-ISSN: 2620-8741 Vol. 4, No. 02, Bulan Desember Tahun 2021, hal. 27 32 e-ISSN: 2620-7362 27 Pengaruh Perlakuan Permukaan Pengikatan Terhadap Sifat Mekanik Komposit Serat Kaca Dengan Laminasi Almunium Muhammad Fakhruddin 1 *, Maskuri Maskuri 1 , Elka Faizal 1 , Hangga Wicaksono 1 , Hilmi Iman Firmansyah 1 , Bayu Pranoto 1 1 Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang, Indonesia *Email Penulis: ruudean@gmail.com INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Naskah Diterima 12/10/2021 Naskah Direvisi 28/12/2021 Naskah Disetujui 31/12/2021 Naskah Online 31/12/2021 Fiber metal laminates or commonly known as fiber metal laminates (FML) are composite structures made by combining 2 layers of material as the outer layer with the core material. The outer layer of this composite is called the laminate. Generally, laminated composites are produced by joining techniques under solid-state conditions, such as diffusion bonding, extrusion, friction-stir welding, and roller welding. In this study, glass fiber composites with aluminum lamination were made using the vacuum assisted resin infusion (VARI) method, using epoxy resin. The surface treatment of the aluminum laminate was carried out with the direction of roughing at certain angles and variations of the surface roughening of the laminate to test the mechanical bonding between the composite and the laminate. Mechanical bonding testing using three-point bending test method (three-point bending) and buckling test. The expected result is that by surface treatment on aluminum laminate, the best mechanical bonding to composites with glass fiber is obtained. The TKT to be achieved from this research is TKT level 3, which is an analytical study that supports the prediction of the performance of the effect of the bonding surface treatment on the mechanical properties of glass fiber composites with aluminum lamination. Keywords: FML, VARI, composite laminate, 3-point bending, buckling, surface treatment 1. PENDAHULUAN Aluminium telah banyak digunakan pada berbagai macam aplikasi untuk mengurangi beban dari komponen- komponen otomotif, instrumen panel, dan perlengkapan aerospace. Alumunium memiliki keuntungan seperti sifat tahan karat yang baik, sifat tahan aus, dan mampu bentuk yang tinggi dibandingkan magnesium. Apabila dilaminasikan pada material komposit, keuntungan- keuntungan dari komposit dapat ditambahkan dengan lapisan alumunium dengan keuntungan tersebut[1]. Komposit berasal dari kata “to compose”, dimana kata tersebut memiliki arti menyusun maupun menggabungkan. Lebih ringkas, komposit adalah susunan dan gabungan dari dua atau lebih material yang memiliki sifat mekanis yang berbeda. Selain sifat mekanis yang berbeda, material yang berbeda baik secara mikrostruktur, makro, komposisi kimia dan zat asalnya. Matthew, dkk memberikan definisi dari komposit yaitu, suatu material yang terbentuk dari gabungan dua/ lebih material pembentuk melalui campuran yang tidak homogen, dimana sifat mekanik dari dari masing-masing material pembentuk yang berbeda[2]. Gambar 1. Ilustrasi komposit Pada era 50-an, tujuan utama dari pengembangan material pesawat terbang adalah untuk meningkatkan sifat tahan retak pada struktur material. Material seperti paduan alumunium dan komposit memiliki potensial untuk meningkatkan keefektifan biaya dari struktur dan komponen-komponen bodi. Material ini masih memiliki keuntungan dan kerugiannya, seperti rendahnya kekuatan lelah bahan pada paduan alumunium dan rendahnya kemampuan impact dan sifat mekanik impact pada material komposit. Pada akhir era 70-an, ide untuk menggunakan JURNAL ENERGI DAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR (JETM) Homepage jurnal: http://jetm.polinema.ac.id/