Rizky Muhammad Afandi, SNTEM, Volume 2, November 2022, hal. 235-244 235 ANALISIS PERFORMA SISTEM POMPA AIR LISTRIK TENAGA SURYA (PALTS) DI DESA TROMBOL KECAMATAN MONDOKAN KABUPATEN SRAGEN (kosong satu spasi tunggal, 12 pt) Rizky Muhammad Afandi 1* , Alfin Sahrin 1 , Novan Akhiriyanto 1 1, Teknik Instrumentasi Kilang, Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Jalan Gajah Mada No. 38 Cepu, Blora, 58315 *E-mail: rizkymaa11@gmail.com (kosong dua spasi tunggal, 10 pt) ABSTRAK (kosong satu spasi tunggal, 12 pt) Masyarakat penduduk Desa Trombol Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen (Jawa Tengah) mayoritas pekerjaan mereka adalah petani yaitu sebesar 37% dengan tercatat lahan persawahan sebesar 23,46% yang semuanya menggunakan sistem tadah hujan. Kabupaten Sragen memiliki curah hujan yang sangat rendah di bulan Maret hingga September. Sehingga sangat tidak mungkin pola tanam yang dilakukan oleh para petani Desa Trombol dengan 3 kali panen padi. Hal ini dikarenakan musim kering yang panjang, serta lahan yang sistemnya tadah hujan. Namun kenyataanya, masyarakat Desa Trombol tetap bisa bercocok tanam padi dan dapat melakukan panen dalam satu tahun sebanyak 3 kali. Untuk menyiasati kekurangan air di musim kering, pada umumnya mereka menggunakan sumur air bor dengan submersible pump yang terkoneksi dengan sumber listrik PLN. Pengadaan instalasi sumur air bor terbilang mahal. Oleh karena itu, sumur bor hanya dimiliki oleh beberapa kalangan saja. Masyarakat yang tidak memiliki sumur bor, menyewa sumur bor dengan tarif per jam antara Rp 25.000,- sampai Rp 30.000,- tergantung dari diameter pipa keluaran. Dengan penggunaan sistem Pompa Air Listrik Tenaga Surya (PALTS) maka masyakat dapat mengairi sawah tanpa harus menyiapkan sumber listrik dari PLN.. (kosong satu spasi tunggal 11 pt). Kata kunci: Irigasi, PALTS, petani, tadah hujan (11 pt) (kosong dua spasi tunggal 11 pt) 1. PENDAHULUAN (12 pt, bold) (kosong satu spasi tunggal 12 pt). Indonesia merupakan negara agraris. (BPS,2020) menjelaskan 38,23 juta dari 128,45 juta (29,76 %) penduduk Indonesia bekerja sebagai petani. Selain itu, Indonesia memiliki luas lahan baku sawah sebesar 7.473.948 HA. Untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, masyarakat pedesaan dan daerah terpencil sudah menggunakan pompa air diesel untuk memompa air sebagai kebutuhan hidup mereka (Ali A, Hamzah and Azmi Z, 1995). Namun, banyak kendala yang dirasakan dari penggunaan mesin diesel dan gasoline antara lain (i) membutuhkan bahan bakar fosil, (ii) menghasilkan emisi karbon, serta (iii) dibutuhkan perawatan yang berkala (Allouhi et al., 2019). Dengan demikian banyak penelitian dilakukan untuk menemukan sistem yang paling optimal dan efisien mengenai sistem PALTS (Pompa Air Listrik Tenaga Surya) sebagai pengganti mesin diesel (Benghanem et al., 2013). Pada sistem PALTS panel merupakan investasi terbesar yang diperlukan. Sehingga efisiensi sistem harus dijaga tetap tinggi dan optimasi 2 sistem dilakukan dengan akurat (Abdolzadeh & Ameri, 2009). Untuk negara dengan radiasi yang optimal, penggunaan pompa surya untuk kebutuhan air skala kecil dan menengah di daerah terpencil menjadi potensi yang besar (Belgacem, 2012). Masyarakat penduduk Desa Trombol Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen (Jawa Tengah) mayoritas pekerjaan mereka adalah petani yaitu sebesar 37% dengan tercatat lahan persawahan sebesar 23,46% yang semuanya menggunakan sistem tadah hujan. Kabupaten Sragen memiliki curah hujan yang sangat rendah di bulan Maret hingga September. Sehingga sangat tidak mungkin pola tanam yang dilakukan oleh para petani Desa Trombol dengan 3 kali panen padi. Hal ini dikarenakan