Kêtêg Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol. 21., No. 1, Mei 2021, hal. X-XX ISSN 1412-2065, eISSN 2714-6367 https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/keteg doi: https://doi.org/10.33153/keteg.v21i1.3679 keteg@isiska.ac.id 63 Interpretasi Vokalis Terhadap Frasa Balungan Céngkok Mati Nanang Bayu Aji Bambang Sunarto Karawitan, Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta Karawitan, Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta bayuaji1794@gmail.com bsunarto432@gmail.com dikirim 29-06-2021; diterima 03-08-2021; diterbitkan 21-09-2021 Abstrak Tulisan ini mengungkap kasus frasa balungan céngkok mati di dalam karawitan gaya Surakarta. Permasalahan yang akan dipaparkan terkait interpretasi vokalis terhadap frasa balungan céngkok mati. Pengumpulan data diperoleh dengan cara studi pustaka, wawancara, dan juga laboratoris. Analisis dilakukan dengan cara menafsirkan kembali pemikiran serta pengalaman pêngrawit vokalis yang diperoleh melalui realitas pragmatik. Penafsiran menggunakan metode interpretasi dan analisis garap. Vokal dalam ensambel gamelan mempunyai cara untuk menginterpretasi frasa balungan céngkok mati. Interpretasi tersebut digunakan dalam rangka mengeksekusi frasa balungan céngkok mati dengan garap balungan céngkok mati. Hal tersebut dikarenakan tidak semua frasa balungan céngkok mati dieksekusi dengan garap balungan céngkok mati. Kehadiran vokal mempunyai peranan penting dalam karawitan, khususnya peranan terhadap gending dan garap gending. Peranan penting vokal dalam sajian karawitan tertentu memposisikan vokal menjadi lebih berwenang dalam menginterpretasi frasa balungan céngkok mati. Kata Kunci: vokalis, balungan céngkok mati, interpretasi, peran, eksekusi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Abstract This paper reveals the case of the phrase balungan céngkok mati in the Surakarta-style karawitan. The problem that will be presented is related to the vocalist's interpretation to the phrase of balungan céngkok mati. The data collection was obtained by means of library research, interviews, and also laboratory. The analysis is carried out by reinterpreting the thoughts and experiences of the vocalist composers obtained through pragmatic reality. Interpretation using the method of interpretation and analysis of garap. Vocals in gamelan ensembles has their own way of interpreting the phrase of balungan céngkok mati. This interpretation is used in order to execute the phrase balungan céngkok mati to the garap on balungan céngkok mati. The reason is because not all phrases of balungan céngkok mati are executed by garap on balungan céngkok mati. The presence of vocals has an important role in karawitan, especially the role of gending and working on gending. The important role of vocals in certain musical presentations positions the vocals are to be more authoritative in interpreting the phrase of balungan céngkok mati Keywords: vocalist, balungan céngkok mati, interpretation, role, execution Pendahuluan Tulisan ini diambil dari sebagian tesis yang berjudul “Sistem Garap Pada Balungan Céngkok Mati Dalam Karawitan Tradisi Gaya Surakarta”. Sebagian dari tesis ini membahas peranan vokal dalam menginterpretasi frasa balungan céngkok mati. Peran vokal terhadap karawitan, secara spesifik terhadap penciptaan gending dan garap gending menentukan