JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 4, No.2, (2015) 2337-3520 (2301-928X Print) G68 AbstrakDalam merevitalisasi sebuah bangunan, banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya adanya aspek visual bangunan. Visual suatu bangunan harus diperhatikan, sebab aspek tersebut merupakan aspek yang berhubungan dengan indra penglihatan manusia. Dalam prosesnya, banyak cara untuk membentuk visualisasi bangunan yang akan direvitalisasi, salah satunya dengan cara disorientasi. Tujuannya adalah mempertahankan aspek yang memiliki nilai yang sesuai dengan bangunan tersebut. Hal ini pun terjadi dalam proses revitalisasi Bioskop Kelud Malang, bahwa aspek visual mampu menjadi tanda bagi lingkungan sekitar. Hal ini dapat berdampak pada kesan dan pandangan yang dirasakan oleh pengamat. Kata KunciDisorientasi, Visual, Revitalisasi, Bioskop. I. PENDAHULUAN INEMA drive-in merupakan sinema yang cukup terkenal pada tahun 1960 hingga 1990. Sinema ini menonjolkan style yang berbeda dalam menikmati film. Bercirikan memiliki area lapangan yang luas serta satu layar yang besar. Mobil-mobil akan dipakir di area lapangan menghadap ke layar, dan para pengunjung menikmati film di mobil mereka masing-masing. Sinema ini muncul di Indonesia pada masa pemerintahan Belanda di nusantara. Konsepnya hampir sama dengan layar tancap, hanya dalam sinema ini lebih ditekankan kendaraannya. Pada saat pemutaran film, pengunjung dibiarkan hanyut dalam adegan-adegan yang berlangsung. Bahkan tak jarang, mereka akan saling menyaut, berteriak mengomentari film tersebut. Dan tak lupa juga, teriakan para pedagang asongan yang berusaha menjajakan dagangan mereka di tengah-tengah pemutaran film. Namun sinema ini tidak bertahan lama di Indonesia. Setelah munculnya sinema modern yang mempunyai konsep berbeda, banyak sinema drive-in yang sepi pengunjung dan akhirnya mati. Seperti yang terjadi pada Bioskop Kelud di Kota Malang. Bioskop ini menjadi sinema drive-in satu-satunya di Kota Malang dan cukup melegenda. Bioskop Kelud sendiri kalah bersaing dengan bioskop modern yang menonjolkan pengalaman menonton secara nyaman bagi diri sendiri dan tanpa adanya komunikasi dengan penikmat film yang lain. Gambar 1. Perspektif fasad Bioskop Kelud Malang Gambar 2. Perspektif udara bioskop Kelud Malang Disorientasi Visual Dalam Revitalisasi Bioskop Kelud Charlie Lady Beauty Afriesta dan Sri Nastiti N.Ekasiwi Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: nastiti@arch.its.ac.id S brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Sains dan Seni ITS