Jurnal Bhuwana Rumengan, Sitawati, Luru Vol. 2 No. 2 Hal. 125-135 Tahun 2022 DOI: https://doi.org/10.25105/bhuwana.v2i2.16371 125 IDENTIFIKASI FAKTOR PENAWARAN WISATA DI DESA KETE KESU’ DAN PALAWA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN IDENTIFICATION OF TOURISM OFFERING FACTORS IN KETE KESU' AND PALAWA' VILLAGES, NORTH TORAJA, SOUTH SULAWESI Saemo Kamoyaki Rumengan, Anita Sitawati * , Marselinus Nirwan Luru Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia *E-mail: asitawati@trisakti.ac.id Sejarah artikel: Diterima: September 2022 Revisi: Oktober 2022 Disetujui: November 2022 Terbit online: November 2022 ABSTRAK Kekayaan budaya Toraja merupakan suatu anugrah bagi masyarakat Indonesia, karena hal tersebut merupakan salah satu kekayaan khazanah kebudayaan masyarakat Indonesia. Untuk itu kehadiran kampung adat dapat menjaga kelestarian bentuk bangunan dan gaya hidup masyarakat adat. Contoh kampung adat yang masih eksis hingga saat ini adalah Kampung Adat Kete Kesu’ dan Kampung Adat Palawa’. Namun terdapat ketimpangan jumlah wisatawan yang begitu besar antara kedua kampung tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penawaran wisata dalam pengembangan desa wisata kampung adat Kete Kesu’ dan kampung adat Palawa’. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Hasil studi memperlihatkan bahwa terdapat banyak perbedaan kondisi faktor-faktor penawaran wisata pada kedua lokasi studi ini. Fasilitas penunjang wisata Kampung Adat Palawa juga tidak sebanyak fasilitas penunjang Kampung Adat Kete Kesu’. Kondisi jalan menuju Desa Palawa juga sangat buruk dibandingkan dengan kondisi jalan menuju desa Ke’te Kesu. Selain itu, dalam pengelolaannya banyak permasalahan yang dihadapi, yaitu lembaga pengelolaan wisata Kampung Adat Palawa’ lebih cenderung bercorak tradisional, sehingga sistem manajemen yang diterapkan juga belum mapan dan belum optimal. Kata kunci: Kampung Adat, Faktor Penawaran Wisata, Kete Kesu, Palawa ABSTRACT The cultural wealth of Toraja is a “gift” to Indonesia as it is a part of Indonesia’s rich cultural treasures. The establishment of “kampung adat” (traditional villages) can preserve the building architecture and the lifestyles of indigenous people. Examples of traditional villages which still running are Kete Kesu’ Traditional Village and Palawa Traditional Village. However, both villages are experiencing a huge disparity in the number of tourists. The purpose of this research is to identify factors in tourist offering factors in the development of Kete Kesu’ Traditional Village and Palawa Traditional Village. This study utilizes the descriptive analysis method. The results of the study show that there are many differences in the conditions of the tourist offering factors at the two study locations. Palawa Traditional Village has less supporting infrastructures compared to Kete Kesu’ Traditional Village. The condition of the road access to Palawa Traditional Village is also poorer than Kete Kesu’ Traditional Village. Apart from that, there are many problems found in its management which is the tourism management of Palawa Traditional Village tends to be more traditional so the implemented management system is not well established and not optimized. Keywords: Traditional Village, Tourism Offering Factor, Kete Kesu, Palawa