192 Jurnal Sistem Informasi Bisnis 02 (2019) On-line : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jsinbis Sistem Peramalan Kebutuhan Hidup Layak Minimum (Kapita/Bulan) Kota Bandung Rifqi Fahrudin a , Irfan Dwiguna Sumitra ab a Magister Sistem Informasi, Universitas Komputer Indonesia b Jurusan Manajemen Informatika, Universitas Komputer Indonesia Naskah Diterima : 12 Agustus 2019; Diterima Publikasi : 31 Oktober 2019 DOI : 10.21456/vol9iss2pp192-203 Abstract The importance of inflation forecasting is used as a reference for estimating the Need for Living (KHL). If inflation can be predicted with high accuracy, it can certainly be used as the basis for government policy making in anticipating future economic activity. This study aims to produce a model of inflation data forecasting system, the forecasting results can be used as a reference for determining the Decent Living Needs (KHL) of a single worker in one month. The data used in forecasting is inflation data for January 2011 - December 2017 while the KHL data for the food and beverage category is obtained from the food price portal. The method used in this study is the SARIMA-SES hybrid method. In forecasting the inflation rate where the data is in the form of time series, the SARIMA-SES hybrid method can show more accurate forecasting results than using a single method. Based on the comparison of the overall forecasting model and by combining the SARIMA (1,0,1) (1,0,1) 12 and SES models with alpha 0,6 the smallest error value with MAD value 0,114, MSE 0,017 and 0,39% for MAPE. From these results, it was gathered that inflation forecasting in Bandung City using the SARIMA-SES hybrid method has a high accuracy value so that the results of the KHL value calculation with the forecasting inflation value approach the actual value. From these values can be used as a reference for the decision making of a single worker in fulfilling their life needs one month. Keywords: Inflation; Forecasting; SARIMA; SES; KHL Abstrak Pentingnya peramalan inflasi untuk dijadikan acuan perkiraan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Jika inflasi dapat diramalkan dengan akurasi yang tinggi, tentunya dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi aktivitas ekonomi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model system peramalan data inflasi, hasil peramalan tersebut dapat dijadikan acuan untuk penentuan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) seorang pekerja lajang dalam satu bulan. Data yang digunakan dalam peramalan adalah data inflasi Januari 2011 – Desember 2017 sedanagkan data KHL kategori makanan dan minuman didapatkan dari portal harga pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hybrid SARIMA-SES. Dalam peramalan laju nilai inflasi dimana data berupa time series, metode hybrid SARIMA-SES dapat menunjukan hasil peramalan yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan metode tunggal. Bedasarkan perbandingan model peramalan secara keseluruhan dan dengan penggabungan model SARIMA (1,0,1)(1,0,1) 12 dan SES dengan nilai alpha 0,6 menghasilkan nilai error terkecil dengan nilai MAD 0,114, MSE 0,017 dan 0,39% untuk MAPE. Dari hasil tersebut disumpulkan bahawa peramalan inflasi Kota Bandung menggunakan metode hybrid SARIMA-SES memiliki nilai akurasi yang tinggi sehingga hasil kalkulasi nilai KHL dengan nilai inflasi hasil peramalan mendekati nilai aktual. Dari nilai tersebut dapat dijadikan acuan untuk pengambilan keputusan seorang pekerja lajang dalam memenuhi kebutuhan hidup satu bulan. Kata kunci: Inflasi; Peramalan; SARIMA; SES; KHL 1. Pendahuluan Inflasi merupakan kecenderungan atau gerakan naiknya tingkat harga umum yang berlangsung secara terus-menerus dari suatu periode ke periode berikutnya. Pentingnya peranan inflasi dalam menentukan kondisi perekonomian, sehingga perlu adanya perhatian serius dari kalangan otoritas moneter yang bertanggung jawab mengendalikan inflasi. Jika inflasi dapat diramalkan dengan akurasi yang tinggi, tentunya dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi aktivitas ekonomi di masa depan. Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Undang - undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menyatakan bahwa setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan pada Undang – Undang No. 13 (2003). Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No.17 tahun 2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak menyatakan bahwa kebutuhan hidup layak adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi *) Penulis korespondensi: irfan_dwiguna@unikom.ac.id